Usai Iduladha, Jasa Giling Daging di Kudus Ramai, Pengunjung Bisa Capai 200 Orang per Hari

oleh -693 Dilihat
Sejumlah warga mengantre menggiling daging kurban di Pasar Kliwon Kudus. Momen pasca-Iduladha menjadi masa tersibuk bagi pelaku usaha jasa penggilingan daging. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Aktivitas jasa penggilingan daging di lantai 1 Blok C pasar tradisional Pasar Kliwon Kabupaten Kudus mengalami peningkatan signifikan setelah perayaan Iduladha 2026. Sejak Kamis (28/5/2026) atau sehari setelah hari raya, jumlah pelanggan yang datang disebut mencapai sekitar 200 orang per hari.

Tukiyo, pemilik jasa giling daging dan mie di lantai 1 Blok C Pasar Kliwon, mengatakan lonjakan pengunjung didominasi warga yang ingin mengolah daging kurban menjadi bakso dan berbagai produk olahan lainnya.

“Mulai Kamis setelah Iduladha, pengunjung ramai. Kalau dihitung bisa sekitar 200 orang per hari yang datang untuk menggiling daging,” ujarnya saat ditemui, Selasa (2/6/2026).

Menurut Tukiyo, sebagian besar pelanggan membawa daging sapi maupun kerbau untuk diolah menjadi adonan bakso. Ia menjelaskan kualitas daging sangat menentukan hasil akhir bakso yang dihasilkan.

“Hasil bakso itu tergantung dagingnya. Daging segar atau tidak sangat memengaruhi tekstur dan rasa bakso yang dibuat,” katanya.

Ia menuturkan, untuk menghasilkan bakso yang enak, komposisi bumbu harus diperhatikan. Dari setiap satu kilogram daging, kebutuhan bumbu umumnya berkisar seperempat kilogram hingga 300 gram.

“Kalau untuk bakso yang enak, biasanya bumbunya sekitar 1 ons per kilogram daging. Tapi ada juga yang memakai seperempat kilogram sampai 3 ons, tergantung selera dan resep masing-masing,” jelasnya.

Selain melayani pencampuran bumbu, Tukiyo juga menyediakan jasa penggilingan daging, Tarif jasa giling daging standar sebesar Rp5.000 per kilogram. Khusus untuk momen Iduladha, tarif menyesuaikan menjadi sekitar Rp8.000 per kilogram atau Rp15.000 untuk setiap 2 kilogram daging.

“Tarif giling daging khusus mremo hari raya kurban Rp8 ribuan per kilogram. Kebanyakan yang datang membuat bakso sapi, tetapi ada juga yang membawa daging kerbau,” ungkapnya.

Ramainya jasa penggilingan daging pasca-Iduladha menjadi fenomena yang rutin terjadi setiap tahun. Masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengolah daging kurban menjadi makanan yang lebih tahan lama dan mudah dikonsumsi bersama keluarga. (AS/YM)