Kudus, isknews.com – Wakil Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Soedjatmiko, menilai penyelenggaraan PON Bela Diri 2025 di Kudus sebagai langkah terobosan yang luar biasa dalam dunia olahraga nasional. Hal itu disampaikan saat jumpa pers di Kudus, Rabu (15/10/2025).
“Pertama-tama, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas terselenggaranya PON Bela Diri kedua tahun 2025 ini. Kami menilai pelaksanaan ajang ini luar biasa karena seluruh penyelenggaraannya ditanggung oleh pihak ketiga, dalam hal ini Djarum Foundation,” ujar Soedjatmiko.
Menurutnya, Jawa Tengah memanfaatkan ajang PON Bela Diri Kudus 2025 sebagai sarana antara untuk meningkatkan prestasi sekaligus sarana regenerasi atlet menjelang Babak Kualifikasi (BK) PON tahun 2027 mendatang.
“Event pertandingan seperti ini merupakan alat penting untuk mengukur prestasi atlet. Tidak mungkin atlet bela diri menjadi juara tanpa bertanding,” tuturnya.
Soedjatmiko menjelaskan, kontingen Jawa Tengah menjadi peserta terbesar dalam ajang ini dengan 204 atlet yang berlaga di 10 cabang olahraga, meliputi 190 dari total 223 nomor pertandingan.
“Sebagian besar atlet yang kami turunkan merupakan generasi muda, lapis kedua yang kami siapkan sebagai regenerasi. Mereka kami uji di ajang ini agar punya pengalaman kompetisi,” jelasnya.
Hingga 15 Oktober 2025, kontingen Jawa Tengah telah mengantongi 5 medali emas, 8 perak, dan 15 perunggu. Cabor taekwondo menjadi penyumbang terbanyak dengan 4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu. Disusul judo dengan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, serta gulat dengan 1 perak dan 3 perunggu.
“Untuk cabor gulat, andalan kita baru akan turun hari ini, yaitu Umar. Masih ada 142 nomor pertandingan yang akan diikuti atlet Jateng. Kami juga berharap banyak pada pencak silat dan wushu yang menjadi andalan lainnya,” ungkap Soedjatmiko.
Ia menambahkan, secara umum pelaksanaan PON Bela Diri di Kudus dinilai berjalan baik dan memenuhi standar minimal penyelenggaraan pertandingan nasional.
“Dari segi tempat dan fasilitas sudah bagus, bahkan melampaui standar minimal. Hanya tribun yang mungkin kurang, tapi itu tidak menjadi masalah berarti,” pungkasnya. (AS/YM)






