Waspada, Modus Oknum Tukang Cat Keliling Paksa Pemilik Rumah Bayar Jasanya

oleh -445 kali dibaca
Rumah Antok yang dipaksa dicat oleh oknum tukang cat dan memaksa membayar jasa mereka (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Seorang ibu rumah tangga terpaksa harus membayar Setengah juta rupiah kepada komplotan oknum tukang cat keliling yang menggunakan modus memaksa pemilik rumah untuk menggunakan jasanya.

Modus baru penipuan berkedok jasa pengecatan rumah itu kini muncul di Kabupaten Kudus. Warga diminta untuk waspada terhadap aksi ini. Hal itu diceritakan oleh Dwi Hermanto (33), warga Desa Terban RT 2 RW 8, Kecamatan Jekulo belum lama ini isterinya telah menjadi korban penipuan tersebut.

Kejadian pada hari Minggu, 20/12/20 sekitar pukul 18.00 WIB. menjadi korban aksi tersebut. Isterinya Siti Rohmah (30) posisi sedang di rumah sendirian. Sekitar Maghrib, ada dua orang tukang cat keliling mendatangi rumahnya menawarkan jasa pengecatan rumah.

“Dua orang itu datang pakai kendaraan Honda Beat, mereka menawarkan garapan pengecatan rumah model pakai rol yang ada motifnya dengan cara memaksa, ” ujar antok mengungkapkan ciri-ciri pelaku.

Merasa tidak membutuhkan jasa tersebut, Istri Antok, menolak tawaran tersebut. Terlebih posisi suaminya saat itu sedang pergi ke acara hajatan temannya.

Kendati telah ditolak, dua orang tukang cat keliling ini justru kian memaksa. Untuk merayu korban, mereka memakai alasan ingin memberikan sampel.

“Udah ditolak berkali-kali. Terus bilangnya ini hanya sampel. Pas dengar itu hanya sampel, istri saya akhirnya membolehkan,” imbuhnya.

Usai dapat restu pemilik rumah, mereka mulai lakukan pengecatan sebagian dinding rumah. Tak berselang lama tiba-tiba ada dua orang lagi hingga jumlahnya menjadi empat orang.

Belum juga rampungkan pengerjaan pengecatan satu ruang. Empat orang tersebut, tiba-tiba meminta uang jasa pengecatan pada pemilik rumah. Nominal yang diminta terbilang cukup mahal, yakni Rp. 750ribu.

“Mereka ngecat baru separo ruang, sudah minta Rp. 750ribu. Istri saya kaget dan menolak membayar. Soalnya pas diawal tidak ada pembahasan mengenai biaya. Mereka bilang hanya sampel kok tiba-tiba minta duit,” ujar Antok dengan nada agak tinggi.

“Mereka meminta dengan memaksa. Itu posisi istri saya di rumah sendiri. Dia ketakutan, akhirnya dengan gemetar isterinya terpaksa memberi uang Rp. 500 ribu biar mereka pergi,” tambahnya.

Benar saja, usai mendapat uang tersebut empat orang ini pergi meninggalkan rumah Antok. Dengan kejadian ini, Antok dan keluarga mengaku telah mengikhlaskan uang tersebut.

Dirinya hanya berharap, agar masyarakat Kudus bisa lebih waspada dengan modus-modus penipuan yang demikian. “Cukuplah kami jadi korban. Jangan ada lagi yang ketipu. Mohon untuk hati-hati,” harapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.