Wayang Klithik Potensi Budaya Yang Perlu Dilestarikan Oleh Pemerintah

oleh -1,105 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kebudayaan pagelaran wayang klithik yang berasal dari Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus memiliki daya tarik serta potensi desa akan kekayaan budaya selain desa wisatanya, wayang klithik sendiri memiliki ciri khas tersendiri yang dimulai dari cerita, pembuatan, bentuk, serta irama musik yang dimainkan.

Wayang Klithik memiliki perbedaan dengan wayang kulit yaitu dari segi cerita misalnya, wayang klithik memiliki cerita tentang pertama kali membuka lahan yang terbentuknya suatu tempat atau desa (Babat Alas) sedangkan wayang kulit memiliki cerita tentang Ramayana dan mahabarata.

Menurut Dalang wayang klithik Sutekno (40) saat ditemui Isknews.comsebelum pagelaran dimulai mengatakan “Perbedaan wayang klithik dan wayang purwo ( Wayang Kulit) terletak pada cerita dan irama musiknya dan tidak semua orang begitu mudah memainkannya tanpa adanya pelatihan terlebih dahulu” ujarnya

Pagelaran wayang klithik ini digelar setiap tahunnya di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus pada saat tradisi resik – resik sendang sesudahnya, pagelaran juga pernah dilakukan diluar desa wonosoco serta keluar kota Kudus seperti Jakarta, Semarang, Tegal, dll.

Kebudayaan wayang klithik ini perlu adanya regenerasi yang meneruskan budaya satu – satunya di Kabupaten Kudus ini agar tidak tersisih dari masa ke masa, sehingga dalam kebudayaan wayang klithik ini perlu dilestarikan serta mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Kudus sendiri. (SU/Red)

KOMENTAR SEDULUR ISK :