Ini Alasan Masyarakat Pilih Produk Pintu Enginering Profotex Kudus

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Profotex Kudus perusahaan yang terkenal dengan pembuatan speaker aktif, sejak awal 2017 lalu melebarkan sayapnya dengan memproduksi Pintu Enginering segala macam bentuk, berbagai motif, corak dan warna.

Masyarakat semakin percaya dengan produk buatan Profotex Kudus. Seperti yang dijabarkan oleh Andi Rahmat, seorang pemborong bangunan, diantaranya sekolahan, perusahaan, hotel, dan lainnya.

“Awalnya dikasih tahu teman terkait profotex yang awalnya produksi speaker itu telah melebarkan usahanya ke usaha pintu enginering. Setelah nomor kontak pemiliknya 08122864594 saya hubungi, lalu menuju lokasi produksinya di Desa Gribig utara makam winong, atau rute Lapangan Gribig ke timur – + 200 meter kiri jalan,” jelasnya.

“Sesampainya dilokasi produksi, saya bersama rekan melihat berbagai macam pintu, dan akhirnya tertarik pesan untuk keperluan bangunan asrama,” bebernya.

TRENDING :  Operator Pasar Online Masih Dievaluasi Dinas Perdagangan Kudus

Alasannya, selain bagus dan banyak pilihan, harganya pun juga bersahabat. “Apalagi bisa pesan sesuai selera,” tutupnya.

Sementara itu, Mu’arif (55) owner atau pemilik Profotex saat ditemui isknews.com mengatakan, Berbagai macam tipe pintu enginering diproduksi, “Dari yang murah hingga yang mahal ada,” tuturnya

Sebut saja, tipe standart dipatok harga Rp200 ribuan, premium delux berkisar Rp350 ribuan, dan tipe luxury berkisar Rp500 ribuan. “Sedangkan pintu HPL dipatok hanya Rp700 ribuan, dengan berbagai motif corak dan warna,” katanya Jumat (06-4-2018)

Dijelaskan Mu’arif, Pengembangan produk pintu dibuat dari rangka kayu keras, kayu kalimantan maupun kombinasi atau campuran dengan kayu mahoni. Apalagi kami bisa custom dan fleksibel sesuai permintaan pemesan. “Masing-masing tipe bisa bervariatif lagi, bisa dipercantik, nambah dikit harga,” imbuhnya

TRENDING :  Mekanisme Penyaluran Subsidi Gas Elpiji di Kudus

Seperti halnya bisa custom, artinya pembeli bisa memesan sesuai keinginannya. Misalnya menambah rangka dan variasi pintu yang disesuaikan dengan biayanya. “Pastinya kami tidak mematok mahal dan masih ramah di kantong,” urainya.

Diceritakan sang owner, Dalam perjalanannya, Profotex berdiri sekitar tahun 1988 silam, 30 tahun lika liku menjalani dunia usaha ini.

Profotex yang pada tahun 2013 lalu memproduksi speaker aktif sempat melejit dan ikut meramaikan pasar speaker aktif di Indonesia. “Kondisi pasar dan permintaan waktu itu rame, baik dari lokal sendiri, dalam propinsi, bahkan merambah hingga luar Jawa yakni Sumatera, Bali, kalimantan dan lainnya.

TRENDING :  Hujan Peziarah Makam Sunan Kudus Terus Mengalir

Awal ide pengembangan ke usaha lain (pintu,Red) ketika sang owner melihat properti di suatu hotel atau apartemen. “Kenapa tidak berinovasi, toh kami mempunyai alat mesin laminasi, PVC, MDF, dan lainnya,” pikir Mu’arif.

Kami bersyukur, karena saat ini Profotex resmi mempunyai sertifikat ISO sejak akhir 2017. Selain itu, Profotex juga sudah memenuhi standart nasional Indonesia dengan mengantongi sertifikat SNI. “Sebab, peraturan pemerintah terkait produk di dalam dunia usaha, harus diwajibkan atau bersertifikat SNI,” ujarnya. (AJ/Adv).

KOMENTAR SEDULUR ISK :