Inflasi Jateng Sentuh 1,16, STNK Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi

Inflasi Jateng Sentuh 1,16, STNK Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi

Semarang – Inflasi di Jawa Tengah pada awal 2017 terbilang cukup tinggi. Deputi Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra membeberkan, akhir Januari inflasi di provinsi tersebut tercatat 1,16, di mana kebijakan nasional tentang penyesuaian biaya mengurus Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) baru menjadi penyumbang tertinggi inflasi.

“Inflasi Jateng jadi 1,16. Kalau secara siklus, Januari ini memang tinggi. Ternyata STNK sebagai sumbangan inflasi paling besar bulan ini karena komponen biayanya meningkat.

Sementara itu, empat komoditas penyumbang inflasi tertinggi lainnya adalah pulsa, tarif tenaga listrik, cabai rawit merah, dan bensin,” terangnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (1/2/17).

TRENDING :  Harga Rokok Naik Mulai 1 Januari 2017

Secara khusus, Rahmat menyoroti cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi. Meski hanya menyumbang 0,23 persen, namun inflasi akibat meningkatnya harga jual komoditas pertanian sebenarnya dapat disiasati dengan teknologi pasca produksi. Contohnya, sistem pengelolaan gudang komoditas menggunakan ozon yang terbukti mampu meningkatkan daya simpan atau keawetan komoditas.

“Teknologi pascapanen bisa mendukung petani untuk stabilisasi harganya. Jangan sampai pas panen raya harga jatuh, pas panen sedikit harga tinggi. Kalau kita bisa simpan (di gudang), kita bisa atur pola tanamnya, sesuai dengan stok yang ada di gudang. Sehingga harga bisa stabil. Kami sudah ada contoh Bank Indonesia Sumatera Utara. Mereka ada gudang lalu disemprotkan ozon. Itu cukup berhasil,” jelasnya.

TRENDING :  Perwakilan Wilayah V BI Jateng Luncurkan Aplikasi SiHaTi Untuk Turunkan Inflasi

Rahmat mengaku pihaknya ingin mencontoh strategi pengelolaan gudang menggunakan ozon tersebut. Mereka sudah berkomunikasi dengan pakar dari Universitas Diponegoro, M Nur, untuk mengembangkan teknologi ozon agar mampu meningkatkan daya simpan komoditas pertanian di gudang. Bank Indonesia Kanwil Jateng rencananya akan melakukan uji coba di Kabupaten Boyolali.

Gubernur Ganjar Pranowo sependapat dengan ide untuk menerapkan teknologi ozon tersebut. Ganjar menambahkan, program Kartu Tani yang telah di-launching berperan penting untuk menghimpun data komoditas pertanian. Sistem yang terintegrasi ke dalam Kartu Tani akan mencatat identitas petani, komoditas apa yang mereka tanam, luas lahan, dan prediksi panen.

TRENDING :  Bilateral Currency Swap Arrangement dengan Reserve Bank of Australia

Data tersebut akan membantu untuk mengelola pasokan komoditas pertanian sebelum didistribusikan ke pasar. Untuk mengendalikan inflasi bersama, khususnya komoditas pertanian, Ganjar menyatakan siap jika harus membuat kesepakatan dengan kepala daerah lainnya agar mampu mengatur pasokan dan distribusi komoditas secara sinergi. (HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post