Kudus, isknews.com – Kenaikan harga bahan plastik yang sulit diprediksi membuat para pedagang di Kabupaten Kudus mengambil langkah hati-hati dengan mengurangi jumlah stok. Lonjakan harga yang terjadi dari menjelang Lebaran hingga saat ini dinilai semakin tidak terkendali.
Tato, pemilik toko retail plastik di Jalan Budi Utomo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, mengatakan bahwa kenaikan harga mulai terjadi sejak memasuki bulan Ramadan. Awalnya kenaikan berlangsung bertahap, namun kemudian terus merangkak naik tanpa pola yang jelas.
“Sejak awal puasa sudah mulai naik. Awalnya sedikit, tapi lama-lama terus naik dan tidak bisa ditebak,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (3/3/2026).
Menurutnya, kenaikan harga plastik bervariasi. Dalam kondisi normal hanya naik beberapa persen, tetapi belakangan lonjakannya bisa jauh lebih tinggi hingga puluhan persen.
“Biasanya 2 sampai 5 persen, tapi sekarang bisa sampai 60 persen bahkan lebih. Jadi memang tidak terkendali,” jelasnya.
Ia mencontohkan, harga plastik yang sebelumnya berada di angka Rp3.000 per kilogram kini sudah meningkat menjadi sekitar Rp5.000. Bahkan harga bisa lebih tinggi jika stok di pasaran menipis.
“Sekarang sudah Rp5.000, kalau barang langka bisa lebih mahal lagi,” katanya.
Tato menilai, kenaikan ini dipengaruhi banyak faktor, termasuk distribusi dan kondisi global yang berdampak pada bahan baku. Namun ia mengaku tidak bisa memastikan secara pasti penyebab utama karena perubahan harga berlangsung cepat.
“Kadang ada pembeli, tapi barangnya tidak tersedia. Situasinya serba tidak pasti,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, ia memilih untuk tidak mengambil stok dalam jumlah besar. Ia lebih memilih menyesuaikan pembelian dengan kondisi pasar saat ini.
“Sekarang ambil sedikit-sedikit saja, tidak berani stok banyak karena harganya naik terus,” tuturnya.
Ia berharap kondisi harga bisa segera kembali stabil setelah Lebaran, sehingga aktivitas jual beli bisa kembali normal.
“Harapannya harga bisa kembali seperti semula, supaya pedagang tidak terlalu terbebani,” pungkasnya. (AS/YM)







