Kepala BNN RI Budi Waseso Kukuhkan Pengurus Wilayah Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI Jateng

Kepala BNN RI Budi Waseso Kukuhkan Pengurus Wilayah Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI Jateng

Semarang – Memberantas dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab semua pihak dengan berbagai cara dan upaya. Salah satunya melalui Gerakan Nasional Antinarkoba (Gannas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jateng.

“Gannas Annar ini suatu bukti perhatian dari MUI dalam menyikapi keprihatinan terhadap bahaya narkoba. Membuat penyelamatan generasi ke depan sekaligus penyelamatan negara dari peredaran dan penyalahgunaam narkoba yang kian marak dan semakin gencar ‘menyerang’ Indonesia,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Budi Waseso saat memberi sambutan seusai mengukuhkan Pengurus Wilayah Gannas Annar MUI Jateng di Kantor BNNP Jateng, Sabtu (14/1).

Dalam pengukuhan yang dihadiri Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, serta Forkompinda tersebut, Kepala BNN RI yang akrab disapa Buwas itu menjelaskan, narkoba telah menyerang berbagai lini kehidupan bahkan siapapun menjadi sasaran. Maka tidak hanya BNN dan Kepolisian, namun tokoh agama dan semua komponen masyarakat harus terlibat dan berkomitnen memerangi dasyatnya kejahatan narkoba.

“Peredaran narkoba begitu masif, bahkan kita gencar memerangi, mereka juga gencar melawan. Gannas Annar akan menyuarakan narkotika itu berbahaya, apalagi dari sudut pandang agama. Maka pembangunan mental spiritual penting untuk mencegah maupun menangkal narkoba,” tandasnya.

TRENDING :  Gubernur : Badan Penanggulangan Bencana Daerah 2017 Kemungkinan Jadi UPT

Menurutnya, ibarat kata, Indonesia adalah korban perang modern karena banyak negara mengimpor berbagai jenis narkoba ke berbagai daerah di pelosok nusantara. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang menjadi pecandu. Selain itu obat-obatan terlarang juga merenggut kurang lebih 57 jiwa per hari atau sebanyak 15 ribu orang setiap tahun, baik laki-laki maupun perempuan, mulai anak-anak, remaja, hingga orangtua.

Gannas Annar yang beranggotakan para tokoh agama, tokoh masyarakat, mantan pejabat, dan pemuda di wilayah Jateng tersebut bersinergi dengan instansi atau lembaga lain untuk memerangi narkoba. Selain melalui Gannas Annar, BNN juga terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dari berbagai sudut pandang. Antara lain bersama TNI melalui Babinsa menjelaskan bahaya narkoba dari sudut pandang ketahanan negara, Polri melalui Kamtibmas memberikan pemahaman narkoba dari kacamata hukum, termasuk juga Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lain.

“Narkoba dari segi agama apapun diharamkan, narkoba tidak ada yang menguntungkan justru mengakibatkan kehancuran yang luar biasa, korbannya banyak dan Indonesia menjadi sasaran lahan bisnis narkoba. Maka harapan saya dengan bapak dan ibu yang hadir di sini punya komitmen memberantas narkoba,” urainya.

Senada diungkapkan Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP. Kejahatan narkoba kian merajalela dan hampir semua lini berhasil ditembus, termasuk di lingkungan pemerintahan, jajaran Polri, bahkan BNN juga tidak luput dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Karenanya semua harus tegas melawan narkoba guna menyelamatkan generasi muda Indonesia.

TRENDING :  Ahmadi Jadi Karo Sekjen, Syaifuddin Zuhri Pejabat Sementara Kakanwil Kemenag Jateng

Dalam sambutannya, mantan anggota DPR RI itu mengatakan, dia tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN di lingkungan Pemprov Jateng yang terbukti menyalahgunakan narkoba. Bahkan kebijakan itu sudah pernah diberikan kepada salah satu stafnya yang terbukti sebagai pengguna narkoba.

Oleh BKD sanksi sudah diberikan, yaitu penurunan jabatan satu tingkat dan skors. Tetapi sebenarnya gubernur memerintahkan pegawai yang bersangkutan dipecat. Ini untuk menunjukkan komitmen dan menimbulkan efek jera. Menurut Ganjar, pemberian sanksi hanya penurunan pangkat bagi PNS yang menggunakan narkoba itu terlalu baik hati. Dan, sanksi itu bukan tindakan tmelawan ataupun menyatakan perang dengan narkoba.

“Yang mau jadi PNS yo akeh, kelangan siji rak masalah. Bahkan saya sampaikan ke Sekda, jika ada PNS yang terbukti sebagai pengguna narkoba, pemecatan diumumkan saat apel. Bahaya narkoba telah menembus berbagai lini. Birokrasi tembus, polisi tembus, bahkan BNN sendiri juga dan seolah-olah itu adalah kejahatan yang kebetulan padahal tidak,” tandasnya.

TRENDING :  Gubernur Ganjar Kunjungi Gereja Tinjau Perayaan Natal 2015

Gubernur berharap ada suatu gerakan yang bisa mendorong dengan tegas untuk memerangi narkoba. Selain narkoba, beragam persoalam negara seperti radikalisme, terorisme, pornografi, serta kebencian-kebencin terhadap sesama rakyat Indonesia juga penting untuk mendapat perhatian serius.

Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji menambahkan, pengukuhan Pengurus Wilayah Gannas Gannar MUI Jateng masa khidmat 2016-2021diharapkan tidak sekadar seremonial tetapi harus diikuti aksi nyata, dan berkelanjutan. Antara lain sosialisasi keberadaan Gannas Annar, koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama supaya narkoba bisa masuk kurikulum sekolah.

“Tidak kalah penting adalah sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya generasi penerus seperti di sekolah, pondok pesantren, kampus perguruan tinggi melalui VCD dengan bahasa yang mudah dicerna,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, lanjut dia, MUI Jateng telah menggelar khotbah Jumat serentak di 35 ribu masjid yang tersebar di Jateng, dengan tema sama, yaitu “Menyelamatkan Generasi Penerus dari Bahaya Narkoba”.

Sementara itu, prosesi pengukuhan yang berlangsung sekitar satu jam itu ditutup dengan penampilan dai kecil asal Kota Salatiga, Wildan Mauzakawali Saptian. Dalam tauziahnya, murid kelas V itu menjelaskan bermacam bahaya narkoba sekaligus mengajak semua masyarakat memberantas obat-obatan terlarang. (HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post