Kirab Budaya Bulusan Meriah, Malam Ini Digelar Wayang Kulit Semalam Suntuk Dengan Lakon Bharatayudha

Kirab Budaya Bulusan Meriah, Malam Ini Digelar Wayang Kulit Semalam Suntuk Dengan Lakon Bharatayudha

Kudus, isknews.com –  Diantara tradisi Lebaran Ketupat bagi warga Kudus yang paling menonjol salah satunya adalah tradisi “Bulusan” di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, pagi tadi di daerah yang kini menjadi agenda destinasi wisata tahunan tersebut telah berlangsung kirab tradisi ritual Kupatan 2016, dipimpin oleh Harmudin selaku ketua panitia dan diikuti oleh kurang lebih 2.500 orang (13/7).

Nampak hadir dalam acara tersebut adalah Muspika Kecamatan Jekulo,  Kepala desa se- Kecamatan Jekulo, Dinas Pariwisata,  Perangkat se- Kecamatan Jekulo, tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa Hadipolo. Agenda yang dilaksanakan pagi tadi antara lain, Kirab karnaval budaya yang ber;langsung pada pukul 08.00, Barongsai, Gunungan dari warga masyarakat desa Hadipolo.

BACA JUGA :  Puluhan Prajurit Kodim 0716 Demak Turut Serta Dalam Pengamanan Tradisi Syawalan

Kirab diawali Start dari perbatasan desa Hadipolo – desa Tenggeles menuju punden Ngebul (mbah Dudo). Perjalanan kirab berakhir di Punden ngebul yang dilanjutkan penyerahan Gunungan oleh kepala desa Hadipolo kepada juru kunci punden Nyai Sudarsih.  Dalam sambutannya, ketua panitia Tradisi Bulusan Harmudin, menyampaiakan,” Kami selaku panitia mengucapan terimakasih kepada unsur Muspika dan kepala desa se- Kecamatan Jekulo serta kepada para pengunjung wisata bulusan sehingga acara ini berjalan dengan baik dan lancar,  Juga kepada bapak Keamanan, sehingga acara ini berjalan aman dan kondusif”,”ucapnya.

Sementara itu kepala desa Hadipolo Wawan Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan, juga memberi ucapan terimakasih kepada Muspika, kepala desa se- Kecamatan Jekulo dan Masyarakat Hadipolo sehingga dapat menghadiri tradisi kupatan di Bulusan desa Hadipolo. “Semoga tradisi kupatan di Bulusan ini dapat barokah dari Tuhan Yang Maha Esa dan bermanfaat bagi orang banyak terutama masyarakat desa Hadipolo. Mohon maaf lahir dan bathin kepada masyarakat desa Hadipolo dan para pengunjung di tradisi ritual kupatan”. Ujar Kades Hadipolo.

BACA JUGA :  UPTD Pendidikan Jati Kampanyekan Filosofi Gerbang Jati

Siang tadi di arena “Bulusan” juga  diramaikan dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit dengan lakon “wahyu ponco warno” dengan Dalang Wahyu Rilies Sadono. Hal itu sebagai upaya untuk meramaikan adanya tradisi yang sudah sejak lama diadakan didesa tersebut secara turun menurun serta untuk menghibur pengunjung dan warga setempat. tak cuma sampai disini saja,selesai pertunjukan wayang kulit siang ini, rencana nanti malam juga akan dilanjutkan wayang kulit dengan lakon dan dalang yang berbeda. Dalang Ki Hadi Bambang akan memainkan dengan lakon “barotoyudho”.

Meskipun begitu, pengunjung tradisi kupatan (bulusan) tampak lebih sepi dari tahun kemarin, hal ini dimungkinkan karena banyaknya acara “kupatan” di berbagai tempat. Hal itu disampaikan oleh beberapa pedagang yang ikut meramaikan di acara kupatan tersebut. “Tradisi kupatan (bulusan) tahun ini sepi tidak seperti tahun sebelumnya, mungkin karna banyaknya hiburan di berbagai tempat di tradisi kupatan tahun ini, pendapatan pun turun tidak seperti biasanya, kalo di persentasi ya kira kira turun sekitar 15%-20%” ungkapnya. (YM/LR)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

45 Responses to "Kirab Budaya Bulusan Meriah, Malam Ini Digelar Wayang Kulit Semalam Suntuk Dengan Lakon Bharatayudha"

Comments are closed.