Lagi Ngamar, Tujuh Pasangan Tidak Sah Terjaring Razia Satpol PP Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sedikitnya tujuh, pasangan tidak sah dijaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus di empat hotel kelas melati dalam razia pada Senin (5-3-2018).

Mereka melanggar perda no 8 tahun 2015 tentang perubahan perda nomor 10, tahun 1996 terkait penegakan perda kebersihan, keindahan dan ketertiban (K3). Seluruhnya dijaring saat berduaan di sebuah kamar hotel dan tak sanggup menunjukkan bukti pernikahan, atau ikatan resmi suami-istri.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus, Djati Sholechah mengatakan bahwa ketujuh pasangan mesum tersebut dibawa ke kantor Satpol PP kemudian langsung diberi pembinaan sekaligus dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

TRENDING :  Akibat Penyakit Kulit Yang Tak Kunjung Sembuh, Anak Manis Ini Pupus Sekolah

Mereka yang terjaring, lanjutnya, hampir semuanya berusia dibawah 30 tahun dan berstatus sebagai karyawan atau wiraswasta. Lebih riskan lagi, ada juga 1 pasangan terjaring ada yang berusia lebih dari 50 tahun.

“Pembinaan langsung kami lakukan. Kami tegaskan, supaya mereka tidak mengulanginya lagi. Sebagian besar merupakan pasangan selingkuh, sengaja check in di hotel untuk berbuat tidak benar,” ungkap Djati.

“Dari tujuh pasangan (14 orang) yang kami jaring, semuanya menyertakan bukti KTP atau surat keterangan (suket). Selain ada 12 warga Kudus, ada juga yang dari Pati dan Boyolali,” cetusnya.

TRENDING :  Bupati Pati : Inspektorat Untuk Tidak Menerima Gratifikasi

Menurut Djati, mereka yang terjaring adalah muka-muka baru, yang sebelumnya belum pernah terpergok razia, sehingga yang dilakukan pihaknya hanya sebatas memberi pembinaan untuk efek jera, atau belum masuk ranah penindakan tindak pidana ringan (tipiring).

Dalam kesempatan tersebut, Djati juga memperingatkan para pegawai, sekaligus pengelola hotel, supaya lebih selektif dalam menerima tamu.

Menurutnya, jika yang menginap jelas-jelas bukan pasangan resmi, harus ada keberanian untuk menolak. ia tak ingin, Kabupaten Kudus menjadi tujuan untuk berbuat maksiat.

Sementara itu ditempat yang sama, kasi penyelidikan dan penyidikan Fariq Musthofa menambahkan bahwa sejatinya masih ada lagi yang ingin di razia. Namun, karena keterbatasan waktu dan banyaknya agenda, pihaknya baru merazia empat tempat saja. Kedepannya, kegiatan serupa bakal lebih diintensifkan.

TRENDING :  Si Jago Merah Lahap Rumah Warga Parenggan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

“Razia ini cukup mendadak dan sengaja kami gelar siang hari. Buktinya, yang terjaring cukup banyak, karena perbuatan maksiat itu tak peduli waktu, bisa siang, bisa juga malam. Tidak lagi menunggu jelang bulan Ramadhan, sebab bukan tidak mungkin operasi pekat ini akan semakin kami giatkan,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :