Pencapaian Pendapatan Daerah Kabupaten Pati 2017 Melebihi Target

oleh
Foto: Suasana Sidang Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Gedung DPRD, Senin (12-3-2018) siang. (Warno/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 melebihi target.

Pada APBD tahun 2017, Pendapatan Daerah Kabupaten Pati terealisasi sebesar Rp 2.768.480.702.687, dengan presentase sebesar 102,05% dari target sebesar Rp 2.712.776.398.000.

Perihal tersebut, disampaikan Bupati Pati, Haryanto dalam Sidang Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Gedung DPRD, Senin (12-3-2018) siang.

TRENDING :  PPh Dipangkas, Setoran Pajak UMKM Diharapkan Meningkat

Dalam pidato, Bupati Pati menyampaikan, bahwa, pendapatan daerah tersebut diperuntukan dalam pembangunan dengan mempertimbangkan aspek potensi, peluang, dan tantangan.

“Kami dalam membangun, berdasarkan isu strategis dan permasalahan aktual tingkat nasional, regional serta kabupaten. Serta mempertimbangkan potensi, peluang, dan tantangan,” Ungkapnya.

Lanjut Bupati, pada tahun 2017, Pemkab Pati menempuh Kebijakan strategis, diantaranya meningkatkan pelayanan sosial dasar (pendidikan dan kesehatan), termasuk pembangunan sarana dan prasarana. Peningkatan ketrampilan dan kemampuan calon tenaga kerja.

TRENDING :  Peduli Sampah, Pemkab Pati Adakan Karya Bakti Pembersihan Enceng Gondok

Isu strategis lainnya yang disampaikan Bupati adalah terkait penyediaan sarana dan prasarana pendukung perekonomian.

“Selain penyediaan sarana dan prasarana ekonomi, kami juga menciptakan iklim yang kondusif dan pengembangan, serta pembinaan terhadap pelaku usaha UMKM,” tambahnya.

TRENDING :  Peringati Hari Batik, Paduwipa Gelar Fashionshow On The Street

Dia juga mengaku, sudah melakukan peningkatan kemampuan produktifitas kerja petani dengan penyuluhan dan pendampingan di lapangan.

“Program meningkatkan produktifitas petani sangat penting, juga tidak kalah penting, perihal pengendalian dan rehabilitasi kerusakan dan pengurangan resiko bencana.” pungkasnya. (WR/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :