1 PDP Covid-19 di Kudus Meninggal Dunia

oleh

Kudus, isknews.com – Seorang pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, dikabarkan meninggal dunia. Pasien 69 tahun yang datang secara mandiri ini awalnya dikabarkan menderita penyakit stroke, namun pada saat dirawat beberapa hari kemudian diketahui juga menderita penyakit yang mirip gejala covid 19.

Dijelaskan oleh juru bicara Gugus Tugas Covid 19 dr Andini Aridewi, pasien asal Kudus tersebut, awalnya dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus pada tanggal 19 Maret 2020 karena sakit stroke.

“Kemudian usai pasien bebrapa hari dirawat, kondisi kesehatan pasien tersebut mulai menurun kemudian karena gejala yang muncul masuk kategori PDP,” kata, Andini, Jumat (27/03/2020).

TRENDING :  Bawaslu Kudus Identifikasi 2214 Pemilih Bermasalah
Penyemprotan Desinfektan untuk cegah covid 19 (foto: YM)

Kemudian pasien menjalani perawatan di ruang isolasi dan sudah dilakukan tes sampel swab tenggorokan.

“Namun hasilnya belum keluar dari balitbangkes dan pasien sudah meninggal hari ini (27/3) sekitar pukul 05.30 WIB,” terang dia.

Karena hasil swab belum diketahui, maka pemulasaran jenazahnya tetap memakai standar terpapar COVID-19.

Hal tersebut demi menghindari pasien ternyata memang positif corona meskipun kenyataannya hingga sekarang belum diketahui hasil tesnya.

Terkait dengan pemulasaran jenazah oleh keluarga pasien dengan cara seperti tidak terpapar COVID-19, kata dia, nantinya akan dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

TRENDING :  Update Covid 19 Kudus, ODP 84 Orang, PDP 13 Orang, 3 Dirawat di RS 'Aisyiyah, 2 di RS Mardi Rahayu

“Nantinya juga akan dilakukan pengujian serta menjadi sasaran tes cepat (rapid test) corona,” ujarnya.

Ia memperkirakan pihak rumah sakit sudah menginformasikan tentang pemulasaran jenazahnya tetap memakai protokol COVID-19, namun pihak keluarga dimungkinkan memiliki pemahaman yang berbeda.

Sementara data terbaru, jumlah PDP dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus sebanyak 28 orang.

Dari jumlah PDP tersebut, sebanyak 18 orang di antaranya dari Kabupaten Kudus dan 10 orang dari luar Kabupaten Kudus yang dirawat di RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Aisiyah, dan RSI Sunan Kudus.

Terkait pemulasaran warga Kudus yang meninggal dengan status PDP dengan cara biasa, dibenarkan oleh Camat Undaan Rifa’i bahwa dimakamkan seperti biasa dan ada pelayatnya.

TRENDING :  Wow, Puskesmas Ini Berkonsep Wisata Dan Instagramable

“Saat keluarga tanya secara lisan, pihak rumah sakit ngomong kalau sudah sampai rumah dibuka dimandikan boleh. Jumat (27/03/2020) siang sudah dimakamkan,” ujarnya.

Karena keinginan keluarga seperti itu, dia mengimbau kepada keluarga dan pelayat, terutama yang mengubur dan memandikan jenazah agar berdiam diri di rumah selama 14 hari karena hasil laboratorium belum keluar.

Ketika hasilnya negatif, kata dia, mereka dapat beraktifitas lagi seperti biasa, kalau positif semuanya harus memeriksakan diri ke rumah sakit. (YM/YM)

Rumah SakitJumlahKeteranganJenis
dr. Loekmono Hadi12PDP DirawatDalam Wilayah
Mardi Rahayu4PDP DirawatDalam Wilayah
Aisiyah Kudus2PDP DirawatDalam Wilayah
dr. Loekmono Hadi6PDP DirawatLuar Wilayah
Mardi Rahayu3PDP DirawatLuar Wilayah
RSI Sunan Kudus1PDP DirawatLuar Wilayah

KOMENTAR SEDULUR ISK :