144 Prajurit Baru Tiba, Kudus Jadi Basis Penguatan Pembangunan dan Ketahanan Pangan

oleh -240 Dilihat
Kedatangan 144 prajurit TNI Angkatan Darat di Kabupaten Kudus menandai penguatan peran militer dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus ketahanan pangan melalui Yonif TP 43 Muria (Foto: Kodim 0722 Kudus)

Kudus, isknews.com — Sebanyak 144 prajurit TNI Angkatan Darat resmi tiba di Kabupaten Kudus untuk memperkuat peran teritorial melalui Brigif Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 43 Muria. Kehadiran mereka menjadi bagian dari strategi TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan dan ketahanan pangan di daerah.

Kedatangan para prajurit disambut dalam apel yang digelar di kompleks Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT), Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Selasa (24/3). Apel dipimpin langsung oleh Dandim 0722/Kudus, Yuusufa Allan Andriasie.

Sebanyak 144 personel tersebut terdiri dari 99 tamtama, 39 bintara, dan 6 perwira yang akan menjalankan tugas di wilayah teritorial.

Yuusufa menyampaikan, kehadiran prajurit ini merupakan bagian dari penguatan struktur baru TNI AD yang kini tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Para prajurit harus memiliki semangat pengabdian tinggi serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Yonif TP 43 Muria dirancang sebagai satuan strategis yang menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, termasuk sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan prajurit di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak nyata, baik dari sisi keamanan maupun kesejahteraan.

Kehadiran prajurit harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jaga hubungan baik dan laksanakan tugas dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Secara struktur, Yonif TP 43 Muria memiliki peran koordinatif terhadap sejumlah satuan batalyon di wilayah Pati, Demak, hingga Kendal. Hal ini menjadikan Kudus sebagai titik strategis dalam penguatan sinergi lintas daerah.

Sementara itu, seluruh personel saat ini masih ditempatkan di marshalling area sebagai lokasi sementara selama kurang lebih enam bulan, sambil menunggu pembangunan markas permanen yang masih dalam tahap perencanaan.

Pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan sendiri merupakan bagian dari kebijakan strategis TNI AD yang diresmikan pada 10 Agustus 2025, dengan fungsi ganda sebagai kekuatan tempur darat sekaligus motor penggerak pembangunan wilayah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :