28 Pengurus Cabang PSHT Kudus Dikukuhkan, Sunarji Terpilih Ketua Periode 2021-2026

oleh -448 Dilihat

Kudus, isknews.com – Persaudaraan Setia Hati Terate atau yang dikenal luas sebagai PSHT  menggelar pengukuhan pengurus cabang PSHT Kabupaten Kudus – Pusat Madiun. Bertempat di aula gedung JHK Kudus, Sunarji kembali dikukuhkan sebagai ketua untuk periode 2021-2026, Sabtu (21/08/2022).

Diahadiri sejumlah anggota Muspika Jati, nampak seratusan anggota PSHT Kudus mengikuti prosesi pengukuhan yang dihadiri oleh Anggota Dewan Pusat PSHT Hari Wuryanto yang juga Wakil Bupati Kabupaten Madiun sekaligus memimpin acara pengukuhan.

Acara yang di gelar di Gedung JHK Kudus tersebut, tidak hanya melakukan pengukuhan terhadap ketua PSHT cabang Kudus saja. Juga dilakukan pengukuhan terhadap 28 orang pengurus PSHT cabang Kudus priode tahun 2021-2026.
Dalam sambutannya, Hari Wuryanto berpesan kepada ketua dan pengurus PSHT cabang Kudus yang baru dikukuhkan ini bisa terus mengembangkan PSHT di cabang Kudus ini.

“Semoga setelah dikukuhkan ini bisa mengembangkan PSHT di cabang Kudus, cabang Kudus luar biasa keberadaannya,” kata dia.

Sementara itu, Sunarji, pria yang merupakan pendiri awal terbentuknya organisasi PSHT Cabang Kudus dan sudah memimpin PSHT sekitar 5 periode ini, mengaku siap mengembangkan PSHT cabang Kudus ini.

Ia berharap dengan adanya pengukuhan pengurus baru ini, PSHT cabang Kudus bisa terus dicintai masyarakat.

“Tentunya PSHT semakin berkembang, semakin remboko, semakin di cintai masyarakat dengan didikannya,yaitu didik Manusi yang berbudi pekerti luhur,” ucapnya.

Sampai dengan saat ini, jumlah anggota PSHT yang ada di Kabupaten Kudus ada sekitar 2 ribu orang anggota yang tersebar di 8 kecamatan.

“Jumlah anggota kita ada sekitar 2 ribu orang. Semua ranting Alhamdulillah banyak yang tersisa, hanya saja yang belum terisi ada di kecamatan Bae. Jadi dari 9 Kecamatan yang ada di Kudus hanya satu yang masih kosong,” ungkapnya.

Diakuinya selama masa pendemi ini aktifitas PSHT di Kudus mengalami ketersendatan termasuk dalam hal rekrutmen keanggotaan dan prestasi pencapaian atlitnya.

“Sebelumnya dalam dunia olah raga beladiri pencak silat, atlet binaaan kami pernah menjadi runner up juara dunia, sementara kalau di tingkat Jawa Tengah malah sering sekali,” tutur Sunarji. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.