Sepekan, 3 Guru SMP 3 Jekulo Meninggal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

oleh -445 kali dibaca
3 orang guru SMPN 3 Jekulo Kudus meninggal dalam sepekan dengan protokol Covid -19 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dunia pendidikan di Kudus berduka, pasalnya hingga pekan ini 3 orang guru yang mengajar ditempat yang sama yakni, SMP 3 Jekulo Kudus, meninggal dunia dan dimakamkan dengan protocol covid 19.

45 tenaga pengajar dan pegawai di SMPN 3 Jekulo dites usap masal pasca meninggalnya 2 orang guru akibat terkonfirmasi covid-19 (Foto: YM)

Tiga guru tersebut diketahui mengajar mata pelajaran pendidikan kewarganeraan (PKN), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kepala SMP 3 Jekulo, Wiwik Purwati mengatakan, dua orang guru yang terkonfirmasi positif virus Corona itu meninggal dunia masing-masing pada Senin (23/11) dan Minggu (29/11). Kemudian seorang guru yang hingga kini hasil swab-nya belum keluar meninggal dunia pada Senin (30/11).

“Ada bu guru, satu meninggal dunia kemarin, yang satu Minggu kemarin.Yang meninggal, sudah punya sakit penyerta,” jelas Wiwik kepada awak media di SMP 3 Jekulo, Selasa (01/12/2020).

Ditempat yang sama Kepala Puskesmas Jekulo, dr. Emy Ruyanah dua guru yang meninggal hasil swabnya sudah keluar terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan satu guru yang lainnya, pihaknya masih menunggu hasil swabnya karena belum keluar‎.

“Dua guru terkonfirmasi positif, tapi yang satu guru lagi belum keluar,” jelas dia, Selasa (1/12/2020).

Setelah tiga guru meninggal dalam satu pekan yang sama itu, pihaknya melakukan swab kepada seluruh guru.

“Yang dua meninggalnya berurutan. Hari Minggu dan Senin kemarin. Sedangkan satu lainnya berselang beberapa hari,” jelas dia.

Total ada 50-an guru dan staf pendidik, namun hanya 45 guru y‎ang belum menjalani tes swab massal.

“Karena guru yang lainnya sudah melakukan tes swab di tempat lain. Sampai siang tadi sudah 43 guru yang diswab,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga berencana akan melakukan skrining kesehatan kepada keluarga guru tersebut.

“Nanti dari keluarga juga akan kami lakukan skrining,” jelas dia.

Anggota komisi D DPRD Kudus, Sayid Yunanta yang turut mengunjungi saat dilakukan tes usap atas tenaga pengajar dan pegawai di sekolah tersebut mengatakan, dirinya ikut prihatin dengan gugurnya sejumlah tenaga pendidik tersebut akibat Covid 19.

Dirinya mengharapkan pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dan konsisten saat menerapkan kebijakan untuk mengatasi sebaran virus tersebut.

Sayid Yunanta, anggota komisi D DPRD Kudus saat kunjungi dan pantau pelaksanaan tes swab sejumlah guru (Foto: YM)

“Kita harus bersama-sama pemerintah daerah dan masyarakat berkomitmen menurunkan sebaran virus di wilayah Kabupaten Kudus,” kata politisi Partai Kedilan Sejahtera (PKS) ini.

Terpisah, sebelumnya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Harjuna Widada saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku sudah tiga kali mendapat laporan dari SMP 3 Jekulo terkait adanya guru yang meninggal dunia.

“Dari sana mengabari saya ada gurunya yang meninggal satu. Lalu ada lagi, hingga total tiga,” Kata Harjuna saat ditemui media di ruangan, Selasa (01/12/2020).

Menyikapi hal ini, pihak Disdikpora Kudus telah berkoordinasi dengan DKK Kudus untuk melakukan swab tes dan tracking contact pada seluruh guru dan karyawan di sekolah tersebut.

Selain itu, Harjuna juga akan meninstruksikan pihak sekolah untuk membuat data kronologi meninggalnya tiga guru tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus, Harjuna Widada (foto: YM)

“Kita akan minta kronologinya bagaimana dulu. Dia dari mana, kontak terakhir dengan siapa dan punya penyakit apa? Nanti dijelaskan di data kronologi tersebut. Yang jelas ini tidak mengganggu kegiatan Penilaian Akhir Semesetr SMP yang digelar mulai hari ini,” terangnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.