45 Anggota DPRD Kudus Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

oleh -858 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pelantikan 45 orang Anggota DPRD Kabupaten Kudus terpilih periode 2019-2024 dilaksanakan di Aula lantai bawah gedung DPRD Kabupaten Kudus, pada Rabu (21/08/2019) siang. 

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Kudus Rudi Fahruddin Abbas SH,  serta turut di saksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kudus Periode 2014-2019 Achmad Yusuf Roni,  serta Plt Bupati Kudus Hartopo. 

Usai pelantikan, disepakati pimpinan DPRD Kabupaten Kudus sementara dipegang oleh Masan dari PDIP Perjuangan, hal ini disepakati karena partai berlogo banteng itu memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu lalu. 

45 anggota DPRD Kudus periode 2019-2024 berpose bersama usai pelantikan (foto: YM)

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain,  Plt Bupati Kudus a. H.M. Hartopo, Dandim Kudus yang baru Letkol Arm Irwansah,  Kapolres  AKBP Saptono , Wakil Kejari Kudus, Ketua Pengadilan Negeri , Ketua DPRD Kudus beserta anggota, Setda Sam’ani Intakoris, ST dan sejumlah tamu undangan.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan janji anggota DPRD yang di pimpin oleh Ketua pengadilan Negeri  Kudus dan penyematan lencana dan surat keputusan ke anggotaan DPRD Periode Tahun 2019 – 2024 Kabupaten  Kudus.

Adapun nama nama Anggota DPRD yang di lantik adalah sebagai berikut, : Dapil I (Kota dan Jati) jumlah 11 Kursi, PKB 1 Mukhasiron ,  GERINDRA 1 Sulistyo Utomo ,  PDIP 3 H. Rinduwan, Sunarto, Aris Suliyono,  GOLKAR 1 Mahfud,  NASDEM 1  Muhtamat, PKS 1, Sayid Yunanta, PAN 1 Rochim Sutopo, HANURA 1 Sutriyono , DEMOKRAT 1 Adrian Fernando.

Dapil II (Kaliwungu dan Gebog)  jumlah 11 Kursi  PKB 2 kursi masing-masing  H. Noor hadi dan  H. Ali Ihsan, NASDEM 1 kursi Sudjarwo, PKS 1 Ruston Harahap, PPP 1 Ulwan Hakim, PAN 1 Endang Kursistiyani,  GERINDRA 1 Sutriman, PDI P 2 Peter M Faruq dan Hendrik Marantek,  GOLKAR 2, Dedi Prayogo dan Irwansah.

Dapil III (Jekulo dan Dawe) jumlah 11 Kursi, PKB 3 kursi Ahmad Choiril Badawi, Drs. H. Ilwani, Siti Rohmah Amd, GERINDRA 2  Zaenal Arifin,  Abd. Basyith Shidqul Wafa, PDIP 1 Ahmad Yusuf R, GOLKAR 2  Anis Hidayat, Ali Muklisin, NASDEM 1, Drs. Mas’ud, PKS 1 Roni Agus Santoso, DEMOKRAT 1, Mardiyanto,  

Dapil IV (Mejobo, Bae dan Undaan)  jumlah 12 Kursi, PKB 1 H. Sutejo, GERINDRA 2, Sandung Hidayat , Nur Hudi, PDIP 2 Mas’an, Ngateman,  GOLKAR 2  Susanto , Tri Erna Sulistiawati, NASDEM 1 Superiyanto, PKS 1 Ummi Bariroh, PPP 1 Sutiyo, PAN 1 Budiyono, HANURA 1 Sa’diyanto

Sementara itu dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh ketua DPRD lama, Yusuf Roni menyampaikan, Anggota DPRD yang telah dilantik pada hari ini agar dapat menjalankan amanah ini dengan kerja keras, penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Junjung tinggi integritas. Jaga sumpah janji yang tadi telah diucapkan. Bagi anggota dewan yang baru

menjabat segera pahami wewenang, tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat. Untuk yang periode kedua kiranya dapat langsung gaspol menjalankan semua tugas amanah rakyat ini,” terangnya.

Perlu saya sampaikan, saat ini pembangunan Jawa Tengah terus bergerak kearah yang semakin baik. Hal ini ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak kearah yang positif.Perekonomian Jawa Tengah berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai Rp 1.268.700,97 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 941.283,28 miliar. Ekonomi Jawa Tengah tahun 2018 tumbuh 5,32 persen, menguat dibandingkan tahun 2017 (5,26 persen).

Meski begitu, penduduk miskin Jawa Tengah berada pada urutan ke-2 terbanyak se-Indonesia sebanyak 3.867.420 jiwa. Prosentase penduduk miskin di Jawa Tengah dari tahun ketahun terus bergerak kearah yang positif. Persentase Penduduk miskin pada September 2018 sebesar 11,19 persen, turun 0,13 persen poin dibanding bulan Maret 2018.

Periode September 2017 September 2018 penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah menempati posisi tertinggi diantara 34 Provinsi se-Indonesia sebesar 330.070 jiwa.

Ada 14 Kabupaten yang masih berada pada zona merah. Provinsi Jawa Tengah menyumbang 50% penurunan kemiskinan nasional. Tetapi meskipun kemiskinan Provinsi Jawa Tengah telah turun

tajam, namun masih berada di atas capaian nasional dan berada di urutan ke 20 secara nasional.

DPRD sebagai lembaga legislatif daerah dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pemerintah daerah.Sinergitas legislatif dan eksekutif amatlah penting utamanya dalam perencanaan anggaran maupun dalam penyusunan program strategis Pemprov Jateng telah menyiapkan 10 program unggulan yaitu Sekolah Tanpa Sekat, peningkatan peran rumah ibadah, fasilitasi pendakwah & guru pendidik agama, reformasi birokrasi di Kabupate/Kota yang dinamis berbasis teknologi informasi.

Kami berharap lembaga legislatif Kabupaten/Kota untuk bisa mendukung program kami ini melalui berbagai rumusan kebijakan daerah.

“Saya juga titip untuk membuat program yang ramah pariwisata, kedua sektor tersebut jika digarap dengan baik akan signifikan mengurangi angka kemiskinan Jateng dan terakhir saya ingin Bapak-Ibu sekalian untuk menjunjung tinggi asas kepastian hukum, investasi dan pengembangan tertib penyelenggaraan negara secara umum,keterbukaan , menghadirkan keamanan, kerukunan dan kebineka tungal ikaan,” umgkapnya (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.