Kudus, isknews.com – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar Seminar Nasional dan Pameran Riset “Resona Saintek” bertema “Ekonomi Sirkular: Solusi Inovatif Pengelolaan Limbah Berbasis Kesehatan” di Aula Serbaguna Kampus 1 UMKU, Senin (27/10/2025).
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M., Drs. Agus Susilohadi, M.Si. dari Dikti Saintek RI, Rektor UMKU sekaligus Sekretaris DPW PPNI Jawa Tengah Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes, serta M. Anshori, Direktur BUMDes.
Dalam sambutannya, Lestari Moerdijat mengapresiasi langkah UMKU yang menampilkan hasil riset para dosen dan mahasiswa terkait pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya mendukung inovasi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa agar mampu mandiri dan berdaya saing di masa depan.
“Saya melihat hasil penelitian dan karya dosen UMKU luar biasa. Pendekatannya jelas, yaitu bagaimana memanfaatkan limbah menjadi bahan atau material yang berguna. Ke depan, saya yakin UMKU bisa terus berkembang dan menjadi kampus yang unik dengan riset-riset aplikatif seperti ini,” ujarnya.
Lestari menambahkan, banyak potensi dari sumber daya alam yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ia mencontohkan bahan-bahan alami yang ternyata dapat diolah menjadi obat luka atau produk kesehatan lainnya. “Pemikiran seperti ini perlu terus dirangsang agar mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi mampu memberdayakan diri dan menciptakan peluang usaha dari hasil penelitian,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung program pemerintah menuju Go Green melalui penerapan ekonomi sirkular. UMKU, kata Edy, telah memulai langkah nyata dengan memanfaatkan limbah untuk pembangunan fasilitas kampus hingga produk penelitian yang bernilai jual.
“Kami memang berkomitmen mendukung ekonomi sirkular. Bahkan kampus kami sempat membangun ruang dari kontainer bekas sebagai simbol pemanfaatan limbah. Dalam kegiatan ini, kami juga memamerkan sekitar 20 produk hasil riset dosen, mulai dari limbah plastik hingga olahan buah parijoto yang kaya antioksidan,” jelasnya.
Produk-produk hasil riset tersebut berasal dari berbagai program studi, seperti keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Beberapa di antaranya bahkan telah menembus pasar internasional. “Ada produk hasil riset dosen kami yang sudah diekspor ke Jepang dan Malaysia. Tahapan selanjutnya, kami akan lakukan uji toksik dan pengurusan izin ke Balai POM agar bisa diproduksi massal,” imbuh Edy.
Ia menambahkan, dalam setiap riset, mahasiswa selalu dilibatkan agar dapat belajar langsung mengenai proses penelitian dan hilirisasi produk. “Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu teoritis, tapi juga bisa mengaplikasikan hasil penelitian ke masyarakat, bahkan menjadikannya peluang ekonomi,” tutur Edy.
Salah satu mahasiswa, Naila Kirania, mahasiswi semester I Prodi Akuntansi, mengaku mendapat banyak inspirasi dari pameran riset tersebut. Ia menilai kegiatan itu sangat bermanfaat karena mengajarkan pentingnya inovasi berbasis lingkungan.
“Pameran ini bagus sekali, bisa mengurangi limbah dan mengubahnya menjadi karya seni yang bermanfaat. Saya jadi termotivasi untuk ikut membuat karya serupa ke depannya,” kata Naila yang baru berusia 18 tahun itu.
Melalui kegiatan ini, UMKU menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan riset inovatif dan berkelanjutan untuk kemaslahatan masyarakat. (AS/YM)







