Yoga Berkebaya Meriahkan Hari Berkebaya Nasional di Museum Kretek Kudus

oleh -561 Dilihat
(Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Peringatan Hari Berkebaya Nasional di Kabupaten Kudus dikemas dengan cara berbeda. Komunitas perempuan Menawan menggelar kegiatan Yoga Berkebaya di Museum Kretek Kudus, Sabtu (25/7), sebagai upaya memadukan pelestarian budaya dengan gaya hidup sehat.

Sekitar 30 peserta dari berbagai daerah, seperti Kudus, Pati, Demak, dan Rembang, mengikuti kegiatan yang dipandu oleh Coach Ninuk Mara. Selain mengikuti sesi yoga, peserta juga diajak mengenal lebih dekat sejarah kretek melalui tur singkat di Museum Kretek.

Founder Menawan, Endang Novita Fatmawati atau yang akrab disapa Vita, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan untuk memperingati Hari Berkebaya Nasional sekaligus memperkenalkan salah satu ikon budaya yang dimiliki Kabupaten Kudus.

“Jadi kegiatan pada hari ini itu sekaligus memperingati Hari Berkebaya Nasional, khususnya untuk para wanita,” ujarnya.

Menurut Vita, Museum Kretek dipilih sebagai lokasi karena menjadi salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah dan menjadi identitas Kota Kudus. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum mengenal museum tersebut, sehingga kegiatan ini juga menjadi sarana promosi wisata lokal.

“Karena menurut aku lebih ke apa yang signature dari Kota Kudus aja sih. Dan menurut aku ini sangat pas lokasinya dan juga banyak yang belum tahu dan masih pada awam juga mau ke sini,” katanya.

Vita menjelaskan konsep yoga berkebaya tidak mengurangi kenyamanan peserta. Meski mengenakan kebaya, peserta tetap menggunakan legging sebagai bawahan agar leluasa bergerak. Menurutnya, esensi yoga lebih menekankan pada kesadaran diri, ketenangan pikiran, dan kebebasan berekspresi.

“Sebenarnya itu kondisional aja sih, senyamannya aja. Kalau yoga tuh lebih ke mindful, lebih ke percaya sama diri sendiri. Terus juga lebih ke mengekspresikan diri sendiri, jadi bebas mau pakai kostum apa aja yang pasti tetap nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, Komunitas Menawan selama ini aktif menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya, seperti membatik, berkain, melukis, hingga berkebaya. Melalui berbagai aktivitas tersebut, komunitas ingin mengangkat potensi budaya lokal sekaligus memperkuat solidaritas antarsesama perempuan.

“Harapannya bisa mengangkat budaya di Kudus, yang kedua bisa mensolidkan komunitas wanita biar perempuan tuh lebih berdaya lagi,” ungkap Vita.

Lebih lanjut, Vita mengatakan Menawan terbuka bagi seluruh perempuan tanpa memandang usia. Selain menjadi wadah berkegiatan, komunitas ini juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas pertemanan, dan saling mendukung melalui berbagai aktivitas positif.

“Semua wanita bisa bergabung dari umur berapapun. Misalkan dia mau berdaya, mau berkembang, kita bisa merangkulnya,” tuturnya.

Salah seorang peserta, Shifa Putri Ayunda, warga Kecamatan Mejobo, Kudus, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep yoga berkebaya memberikan pengalaman baru karena tidak hanya berolahraga, tetapi juga mengenalkan sejarah dan budaya daerah.

“Excited ya, soalnya bagus ada yoga berkebaya, ada kegiatan kayak gini juga, tour museum juga, jadi lebih tahu kretek Kudus itu asalnya dari mana,” katanya.

Shifa berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering dengan konsep yang beragam agar semakin banyak perempuan tertarik mengikuti aktivitas sehat sekaligus mengenal budaya lokal.

“Harapannya lebih dibanyakin aja. Perempuan-perempuan yang olahraganya kurang mungkin bisa lebih excited karena temanya itu banyak, terus ada activity painting juga, sangat bermanfaat,” pungkasnya. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.