UMK Buka Job Fair 2026, 20 Perusahaan Siap Tawarkan Peluang Kerja

oleh -353 Dilihat
Foto bersama perwakilan perusahaan peserta Job Fair 2026 yang digelar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium UMK, Rabu (12/8/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 20 perusahaan dari berbagai sektor membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni Universitas Muria Kudus (UMK) dalam Job Fair 2026 yang digelar selama dua hari pada Rabu-Kamis 12-13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium UMK mulai Rabu (12/8/2026).

Job Fair 2026 menjadi salah satu upaya UMK mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan dunia industri. Peserta dapat berinteraksi secara langsung dengan perusahaan sekaligus mencari informasi mengenai berbagai posisi pekerjaan yang tersedia.

Rektor UMK Prof. Darsono mengatakan, pelaksanaan Job Fair merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja.

Menurutnya, pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan saat memasuki lingkungan profesional juga menjadi perhatian kampus.

“Mahasiswa UMK kami siapkan sejak awal, mulai dari pembekalan keterampilan wajib, keilmuan, hingga persiapan untuk terjun ke dunia kerja. Puncaknya di Job Fair ini,” ujarnya.

Selain menghadirkan perusahaan dari berbagai bidang, UMK juga menyediakan layanan konseling karier bagi para peserta. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa maupun alumni menentukan langkah yang lebih tepat dalam membangun karier.

Antusiasme terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Hingga pelaksanaan Job Fair, tercatat sekitar 800 orang telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan yang tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa aktif, tetapi juga alumni UMK.

Prof. Darsono berharap kehadiran perusahaan dalam Job Fair dapat memberikan peluang penyerapan tenaga kerja bagi para peserta. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi alumni untuk memperoleh pengalaman berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan dunia industri.

“Target secara normatif kalau bisa sebagian besar akan terserap oleh perusahaan yang hadir. Sekaligus, yang secara lebih umum adalah memberikan pengalaman alumni bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia kerja sebenarnya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, UMK juga meluncurkan Sistem Portal Karir atau Si Porka. Platform tersebut disiapkan untuk memudahkan mahasiswa dan alumni memperoleh informasi sekaligus layanan yang berkaitan dengan dunia kerja.

Prof. Darsono menjelaskan, Si Porka dirancang untuk mendekatkan layanan karier kepada mahasiswa dan alumni. Platform tersebut diharapkan dapat mempercepat serta memperluas akses mulai dari proses pendaftaran hingga informasi mengenai kesempatan kerja.

“Untuk meningkatkan kinerja kami di dalam membekali mahasiswa dalam menyiapkan diri di dunia kerja, kami menyiapkan platform sistem yang disebut Si Porka. Ini dirancang dalam rangka mendekatkan, mempercepat, dan meluaskan layanan tentang dunia kerja,” katanya.

UMK juga berkomitmen mengembangkan pelaksanaan Job Fair pada tahun-tahun berikutnya. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan jumlah perusahaan yang terlibat serta perluasan partisipasi mahasiswa dan alumni.

Menurut Prof. Darsono, keberadaan Job Fair semakin penting di tengah tantangan generasi muda dalam mendapatkan pekerjaan. Perguruan tinggi dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam mempertemukan lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di industri.

“Masa tunggu alumni UMK untuk mendapatkan pekerjaan tercatat kurang dari enam bulan. Sementara itu, sekitar 68 persen alumni yang telah bekerja diketahui berkecimpung di sektor entrepreneurship,” tandasnya. (AS/YM)