Ratusan Siswa dan Guru SD di Mlatinorowito Kudus ikuti Salat Istisqa

oleh -194 Dilihat
Hampir 300 siswa dan guru SD 2 serta SD 1 Mlatinorowito mengikuti salat Istisqa, Jumat (11/9/2026). Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Hampir 300 siswa dan guru dari SD 2 Mlatinorowito dan SD 1 Mlatinorowito, Kabupaten Kudus, mengikuti salat Istisqa di area sekolah, Jumat (11/9/2026). Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Kepala SD 2 Mlatinorowito Senen Budiarto mengatakan, pelaksanaan salat Istisqa tidak hanya bertujuan untuk memanjatkan doa agar hujan turun, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para siswa.

Tujuannya yang pertama memang memohon kepada Allah supaya turun hujan, karena sudah lama kita tidak ada hujan. Yang kedua memberikan pelajaran kepada anak-anak, karena salat Istisqa ini jarang dilaksanakan dan tata caranya berbeda dengan salat rutin,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (11/9/2026).

Sebelum salat dimulai, para siswa terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan salat Istisqa. Di antaranya, jumlah takbir pada rakaat pertama dan kedua yang berbeda dengan salat pada umumnya.

Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dilanjutkan dengan tujuh kali takbir. Sedangkan pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir setelah takbiratul ihram. Pelaksanaan salat Istisqa juga dianjurkan dilakukan di tempat terbuka.

Selain itu, lanjut Senen, para siswa diberikan pemahaman mengenai bacaan surat yang disunahkan dalam salat Istisqa serta tata cara berdoa. Salah satunya dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi ketika memohon turunnya hujan.

Kita ajak anak-anak untuk berdiri dan berdoa supaya Allah segera menurunkan hujan kepada kita semuanya,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan salat Istisqa di bukan kali pertama. Selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus menjadi imam dan khatib, kegiatan serupa telah digelar dua kali.

Salat Istisqa sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2024 ketika kondisi kekeringan juga terjadi. Saat itu, doa para siswa dan guru mendapat jawaban dengan turunnya hujan pada malam harinya.

Alhamdulillah, tahun 2024 itu setelah kita melaksanakan salat Istisqa, malam harinya langsung turun hujan dan merata di Kabupaten Kudus. Mudah-mudahan kali ini juga Allah mengabulkan doa-doa kita,” ungkapnya.

Senen menambahkan, antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Sebelumnya, pihak sekolah telah mengumumkan agar siswa mengenakan pakaian muslim dan membawa perlengkapan yang diperlukan untuk mengikuti salat di lapangan.

Menurutnya, semangat siswa juga muncul karena mereka mendapatkan pengalaman langsung melaksanakan ibadah yang jarang ditemui dalam kegiatan rutin sekolah.

Anak-anak semangat dan senang. Mungkin juga ada rasa ingin tahu, karena salat Istisqa itu seperti apa. Jadi sekalian saya memberikan penjelasan kepada mereka,” jelasnya.

Ia menilai praktik langsung menjadi bagian penting dalam pembelajaran agama. Para siswa tidak hanya memperoleh materi secara teori di dalam kelas, tetapi juga melihat dan mengikuti langsung rangkaian pelaksanaan salat, mulai dari imam, khutbah hingga doa.

Kalau di kelas mungkin hanya teori. Ini langsung praktik, ada khutbahnya, ada imamnya, sehingga langsung kita berikan penjelasan kepada mereka,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti siswa dan guru dari SD 2 Mlatinorowito serta SD 1 Mlatinorowito yang berada dalam satu area. Jika digabung, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan salat Istisqa tersebut mencapai hampir 300 orang.

Kepala sekolah berharap ikhtiar melalui salat Istisqa tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi siswa sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena sudah lama tidak hujan, kita sekalian memberikan pelajaran kepada anak-anak. Mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan dan mengabulkan doa kita semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VI SD 2 Mlatinorowito, Muhammad Nizar Hasan (12), mengaku senang dapat mengikuti pelaksanaan salat Istisqa bersama teman-temannya. Menurutnya, salat Istisqa sangat penting dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Saya senang ikut salat Istisqa. Menurut saya ini sangat penting untuk meminta hujan,” ujar Nizar. (AS/YM)