KUDUS, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memanfaatkan film animasi sebagai media kreatif untuk mengenalkan potensi daerah, mulai dari kuliner khas, sejarah, destinasi wisata, hingga nilai toleransi kepada masyarakat luas.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan SMK Raden Umar Said (SMK RUS) Kudus dan RUS Animation Studio yang menghasilkan film animasi berjudul Sai & Uti. Karya tersebut dikemas dalam dua episode dengan total durasi sekitar 10 menit.
Film animasi ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus promosi daerah dengan konsep yang ringan dan menarik. Penyajiannya melalui karakter animasi diharapkan dapat menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, generasi muda, hingga orang tua.
Dalam film tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton turut ambil bagian sebagai pengisi suara karakter utama, yakni Sai dan Uti.
Episode pertama mengangkat tema Jelajah Kuliner Khas Kudus. Salah satu kuliner yang diperkenalkan melalui cerita tersebut yakni Soto Kerbau yang menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Kudus.
Sementara episode kedua berjudul Jelajah Destinasi Ikonik Kudus Sejumlah tempat yang dikenalkan di antaranya Kompleks Masjid dan Makam Sunan Muria, Makam Sunan Kudus, Masjid dan Menara Kudus, serta Museum Kretek.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan, mengatakan penggunaan animasi menjadi salah satu cara untuk menyampaikan informasi mengenai daerah dengan pendekatan yang lebih mudah diterima masyarakat.
Menurutnya, film tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan literasi mengenai Kabupaten Kudus di berbagai lingkungan. Film Sai & Uti saat ini telah ditayangkan melalui videotron di kawasan Masjid Agung Kudus dan kanal YouTube Kudus News Channel.
“Sai & Uti sudah tayang di videotron Masjid Agung Kudus dan YouTube Kudus News Channel. Kami juga mempersilakan sekolah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat untuk menggunakan film ini sebagai bahan literasi tentang Kabupaten Kudus,” ujar Satria.
Lebih lanjut, Satria menilai produksi film tersebut menunjukkan kemampuan siswa SMK RUS dalam mengembangkan karya kreatif yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan animasi, tetapi juga dapat digunakan untuk mengangkat potensi daerah.
Ia menyebut karya visual seperti film animasi dapat menjadi alternatif media promosi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, CEO RUS Animation Studio, Roy Tok, mengungkapkan bahwa proyek tersebut melibatkan sekitar 40 siswa SMK RUS. Proses produksi film animasi dilakukan selama kurang lebih dua bulan.
“Film ini dikerjakan oleh tim bersama siswa-siswi SMK RUS. Kurang lebih ada 40 orang yang terlibat dan proses pengerjaannya sekitar dua bulan,” kata Roy.
Roy menambahkan, keterlibatan para siswa dalam proyek tersebut tidak hanya menjadi pengalaman produksi, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi dalam memperkenalkan Kabupaten Kudus melalui karya kreatif.
Menurutnya, film Sai & Uti sengaja dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi dan hadiah dari SMK RUS Kudus dalam momentum Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.
“Project animasi karya anak-anak kita ini didedikasikan sebagai kado Hari Jadi ke-477 Kota Kudus dari SMK RUS Kudus,” pungkasnya. (AS/YM)






