Festival Mata Air Akan Libatkan 300 Lebih Seniman

oleh -288 Dilihat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Even budaya yang akan digelar di Telaga Sejuta Akar dan Kedai Kebun Kita desa Bondo, Bangsri 29 – 30 Juli ini diberi nama Festival Mata Air. Kendati baru pertama digelar dipastikan akan menjadi tontonan yang menarik. Sebab even ini akan didukung lebih 300 orang seniman yang terbagi dalam beberapa agenda.

Keterlibatan terbesar memang pada ruwatan mata air. Ada sekitar 125 yang terlibat dalam ritual prosesi ruwatan termasuk karawitan anak yang diasuh oleh KI Kunarto. “Ruwatan mata air ini merupakan even budaya yang pertama kali dilakukan di Jawa Tengah. Tujuannya agar kita kembali bersedia menjaga dan melestarikan mata air dan lingkungan hidup sebagai bentuk pertanggung jawaban kita kepada Tuhan. Mata air tidak boleh hanya dipandang sebagai salah satu unsur produksi dalam pembangunan bidang pertanian, tetapi harus dipandang sebagai anugerah Tuhan. Karena itu, pendekatan yang dilakukan dalam even ini adalah ekoreligi,” ujar Hadi Priyanto, Ketua Yayasan Kartini Indonesia yang juga Ketua Panitia Kegiatan ini.

Ruwatan mata air ini akan diawali dengan prosesi arakan gunungan yang akan berisi hasil pertanian. Juga teatrikal kisah kera putih yang sejak babad alas Temon tahun 1901 menghuni hutan beringin karet terbesar di Jepara. Sebab kawasan ini memiliki 18 pohon beringin karet serta telaga yang cukup luas.

Acara lain yang akan digelar adalah sarasehan teologi bumi, antara iman dan pelestarian alam. “Pelestarian alam akan dilihat dari berbagai perspektif agama yang ada dan juga budaya Jawa,” ujar Iskak Wijaya yang dikenal sebagai seorang budayawan.

Penyusun peta peradaban Islam yang kini aktif di Barisan Tani Jepara ini berharap melalui sarasehan itu dapat dipertemukan pemikiran pemikiran tentang teologi bumi.

Sementara, Didin Ardiyansyah yang banyak membangun basis budaya di berbagai pelosok pedesaan ini yakin bahwa even Festival Mata Air ini akan menjadi even budaya kreatif yang langka. “Harapan kami, desa desa lain terinspirasi dalam mengolah potensi dan kearifan lokal yang dimiliki,” kata Didin.

Didin yang bertugas mengkoordinasikan 9 acara yang akan digelar juga mengungkap, pentas musik yang akan menampilkan 3 group band juga bukan pentas musik biasa. “Semua berbicara tentang pentingnya pelestarian alam. Juga lomba mengarang dan dongeng untuk bocah,” papar Didin.

Yang tidak kalah menarik diskusi pribumi sesi carnival yang akan menghadirkan, Indria Mustika sebagai inisiator Jepara Carnival. Juga Carnival on the street yang akan ditampilkan oleh sanggar Dua Sisi yang baru saja menyabet juara Jawa Tengah dan pegiat fashion carnival lainnya.

Acara ini diharapkan akan dibuka oleh Bupati Jepara serta akan dihadiri pula oleh tim Gerakan Nasioanal Kemitraan Pelestarian Air yang terdiri dari 8 kementerian terkait. Tim GN-KPA juga akan melakukan dialog implementasi revitalisasi pelestarian mata air dengan masyarakat dan desa desa yang memiliki mata air. (ZA)

No More Posts Available.

No more pages to load.