Pembukaan TMMD Sengkuyung III 2017, Upaya Percepatan Pembangunan Desa

oleh -209 Dilihat

Kudus, isknews.com – Bertempat di Lapangan sepak bola Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, Rabu (27/9/17) pagi, Kodim 0722/Kudus telah menggelar upacara pembukaan TNI manunggal masuk desa (TMMD) sengkuyung tahap III tahun 2017 dengan tema “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Kapten Inf Heru Cahyono, Ketua penyelenggara pasiter Dim 0722/Kudus mengatakan, Kurang lebih kegiatan ini diikuti -+ 300 orang. Diantaranya hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 Pemkab Kudus, Drs Agus Budi Satrio. Ketua DPRD Kudus, Mas’an. Dandim 0722/Kudus, Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma. Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning SIK. Kajari Kab Kudus, Hasran SH, Kepala Pengadilan Negeri Kudus, Duta Baskara.

Selain diatas, lanjut Heru, ada juga dari Anggota Minvet Kabupaten Kudus, Para Perwira Kodim 0722/Kudus dan Polres Kudus, Ketua persit KCK Cabang XLIII Dim 0722/Kds beserta pengurus, Muspika Kec. Undaan, Kepala Desa Sekecamatan Undaan, UPT Dinas Pendidikan Kec.Undaan, UPT Puskesmas Kec.Undaan, Perwakilan dari Perusahaan. Tokoh agama, Tokoh masyarakat Kecamatan Undaan dan para tamu undangan lainnya.

“Adapun petugas inspektur upacara (Irup) Asisten 1 Pemkab Kudus, Drs Agus Budi Satrio. Sedangkan komandan upacara, Kapten Inf Sri Widodo Danramil 03/Undaan,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam amanatnya yang di bacakan inspektur upacara (Irup) mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki kebijakan untuk mengurangi kemiskinan penduduk yang diprioritaskan pada wilayah Kabupaten/Kota dengan persentase penduduk miskin di atas rata-rata Jawa Tengah.

Untuk itu kita sedang dan terus melakukan peningkatan sinergitas dan harmonisasi program pengurangan kemiskinan dan pengangguran berdimensi kewilayahan dengan pelibatan berbagai dengan strategi pengurangan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.

Sehingga dalam program TMMD meliputi kegiatan Fisik dan Non Fisik, sebagai upaya percepatan pembangunan yang ada ditingkat pedesaan. Adapun dalam kegiatan TMMD sasaran fisik antara lain Betonisasi jalan panjang 1.300 M lebar 3 M , tinggi 15 Cm. Sedangkan sasaran non fisik berupa Penyuluhan radikalisasi,terorisme dan balatkom, Penyuluhan KB kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Penyuluhan bela negara. Penyuluhan wawasan kebangsaan. Penyuluhan Kamtibmas, UU lalu lintas dan Narkoba.

Kebutuhan diatas membutuhkan jumlah total dana hingga Rp 797, 2 juta. Jumlah tersebut bersumber dari dana APBD Propinsi sebesar Rp 167,2 juta, APBD Kabupaten sebesar Rp 600 juta dan terakhir dari Swadaya masyarakat sebesar Rp. 30 juta.

Karenanya, Program TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya dengan semangat gotong royong membangun bangsa sehingga kita bersama sama mengawali kembali pelaksanaan TMMD sengkuyung tahap III.

Dengan TMMD saya merasa senang kegiatan yang berbasis kegotong royongan untuk kemaslahatan membangun jalan dan jembatan bebarengan untuk,meningkatkan derajat kehidupan masyarakat yang lebih layak dan lebih baik,sehingga banyak masyarakat yang termotivasi dan percaya diri setiap potensi yang ada disekitarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari kementerian pertanian RI sebagai wujud dalam kepedulian pangan,selain kegiatan TMMD tidak ketinggalan upaya untuk terus menedokasi masyarakat tentang Nasionalisme, tentang ancaman Terorisme dan Radikalisme, serta bahaya Narkoba sebagai wawasan kebangsaan.

Kita juga dituntut untuk membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki dan kesiapsiagaan menghadapi setiap.ancaman, tantangan yang sedang akan dihadapi.

Dalam amanatnya, Ganjar mengajak sengkuyung bareng bareng dalam program pembangunan yang mensejahterakan masyarakat desa, bangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya.

Program TMMD yang kita laksanakan selama ini sejalan dengan visi pemerintah yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong. “Kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi suatu kekuatan yang kuat.” pungkasnya (AJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.