Jelang UN/UAMBN-BK, Kemenag Kudus Gelar Sosialisasi

oleh -357 Dilihat
Foto: Sejumlah peserta sosialisasi nampak serius mendengarkan materi dari Kemenag. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tahun ajaran 2017/2018. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, melaksanakan sosialisasi kepada kepala sekolah tingkat Mts di Aula MtsN 1 Kudus, Senin (12-02-2018).

Kepala Kemenag Kudus, Noor Badi melalui Kasi Penmad, Suhadi mengatakan, acara ini merupakan inventarisasi masalah yang nantinya akan dicarikan solusi. “Dimana setiap madrasah mempunyai kendala yang berbeda-beda.”

Ditambahkannya usai acara, kendala itu seperti Sarana dan Prasarana (Sarpras) misalnya server, tempat, maupun yang lainnya. Seperti yang terjadi di MtsN 1 Kudus. Dimana tahun sebelumnya gabung, ada yang gabung di MAN 2 kudus, tahun ini tidak lagi. Pasalnya, piranti komputer sekitar 65 unit telah ditambahkan untuk memenuhi jalannya ujian yang berbasis komputer.

Dikatakannya, dari data 65 Mts di Kudus baik swasta maupun negeri, terdapat 22 sekolah yang masih menumpang di sekolah lain. Ada yang gabung di sekolah yang masih satu yayasan atau satu pengelola, atau di lain tempat. Misalnya Mts Asy Syafiiyah yang harus gabung di SMA Islam Sudirman, Mts NU Khoiriyah ke SMK Duta Karya, Mts Islamic Centre ke MAN 1 Kudus.

“Sementara sisanya, 43 sekolah sudah siap melaksanakan UN/UAMBN-BK mandiri,” imbuhnya.

Diketahui, UN adalah penilaian hasil belajar oleh pemerintah, yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu, dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam Peraturan Pemerintah (Permen) 19 pasal 68, tambah Suhadi, pemanfaatan Ujian Nasional adalah, pemetaan mutu program satuan pendidikan secara nasional, sebagai seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Sebagai penentu kelulusan peserta didik dari program atau satuan pendidikan, dan sebagai pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan, dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Hal ini sebagai intervensi kebijakan guna peningkatan mutu proses belajar mengajar sebagai entry point atau pintu masuk, untuk memberikan bantuan kepada satuan pendidikan,” jelasnya.

Suhadi berharap, hasil UN/UAMBN-BK Madrasah baik MTs dan MA bisa memuaskan. Seluruh peserta ujian diharapkan memperoleh hasil yang baik, dan pelaksanaan UN dan UAMBN-BK berjalan dengan baik sesuai POS UN dan UAMBN-BK. (AJ/AM)

No More Posts Available.

No more pages to load.