Warga Tanggul Tlare Protes Rencana Tukar Guling Tanah Aset Desa

oleh -97 Dilihat
Foto: Warga Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung berkumpul di Balai desa Memprotes rencana tukar guling aset desa, Jum’at (23-03-2018). (istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Warga Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung berkumpul di balai desa, pada Jumat (23-03-2018) pagi. Kehadiran warga ini untuk memprotes langkah Pemerintah Desa Tanggul Tlare yang akan menukar guling tanah asset desa. Warga yang merasa tidak pernah diajak untuk musyawarah ini menolak rencana tersebut. Aksi protes warga ini mendapat pengawalan dari puluhan aparat kepolisian dan TNI Jepara.

Lokasi yang rencananya akan ditukar guling seluas sekitar 4000 meter persegi, akan ditukar dengan tanah seluas sekitar 12 ribu meter persegi. Kabar yang berembus, tanah tersebut akan dijadikan sebuah SPBU.

Salah seorang warga, Yusuf Andrean mengungkapkan, warga sebenarnya sudah beberapa kali bertanya kepada petinggi terkait hal itu. Namun warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Hingga akhirnya warga memasang spanduk penolakan, dilokasi yang rencananya akan ditukar guling. “Kita juga sudah melakukan audiensi ke Pemkab untuk menanyakan soal prosedur tukar guling, dan disampaikan bahwa prosesnya tidak segampang itu,” kata Yusuf, Jumat (23-03-2018).

Yusuf menambahkan, sosialisasi yang diberikan oleh petinggi hanya ke beberapa orang saja. Dan dalam waktu sebulan informasinya sudah ada persetujuan dari beberapa orang untuk tukar guling ini. “Kabar soal rencana tukar guling itu baru muncul awal bulan ini. Informasinya tanah aset desa itu akan dijadikan SPBU,” imbuhnya.

Audiensi yang diadakan warga dengan pemerintah desa, sempat berjalan alot. Lantaran Kades Tanggul Tlare, Baidi menyangsikan tanda tangan penolakan warga sebanyak 207 orang yang dibubuhkan, ditengarai tidak asli. Kontan hal itu menimbulkan reaksi dari warga. Mereka sempat tak terima dengan klaim dari Baidi.

Sementara itu, Kades Tanggul Tlare, Baidi mengatakan, sejauh ini memang sudah ada pembicaraan dengan investor terkait dengan tukar guling ini. Namun hal itu menurutnya baru sebatas rencana awal. “Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Saat itu, tidak ada penolakan. Namun demikian, warga memang tak setuju ketika akan dibangun hotel,” katanya.

Proses audiensi berakhir dengan damai. Kedua pihak, yakni pemerintah desa dan warga Tanggul Tlare mencapai kata sepakat. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan pembatalan proses tukar guling yang dilakukan oleh Pemdes Tanggul Tlare. (ZA/RM)