LPPNU Kudus Tanamkan Kesadaran Pertanian Ramah Lingkungan bagi Kader Fatayat NU

oleh -1294 Dilihat
Ketua LPPNU Kudus Ahmad Amin Mustafid memberikan materi pertanian ramah lingkungan dalam MKP Batch 2 di Joglo Sahabat Achwan, Desa Golantepus. (Dok. LPPNU Kudus)

Kudus, isknews.com – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus menanamkan kesadaran pentingnya praktik pertanian ramah lingkungan kepada kader Fatayat NU melalui kegiatan Madrasah Kader Pertanian (MKP) Batch 2. Kegiatan ini diikuti kader Fatayat NU PAC Dawe, Gebog, dan Jati, yang digelar pada Ahad (11/1/2026) di Joglo Sahabat Achwan, Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo.

Ketua LPPNU Kudus, Ahmad Amin Mustafid, menegaskan bahwa manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki amanah untuk merawat, bukan merusak alam. Karena itu, praktik pertanian harus dijalankan secara bijak dan ramah lingkungan.

Menurutnya, praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan, seperti pembakaran lahan, penggunaan pupuk kimia sintetis, serta pestisida dan herbisida kimia secara berlebihan, tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memusnahkan makhluk ciptaan Allah SWT yang bertasbih kepada-Nya.
“Oleh karena itu, pelatihan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pola hidup sehat dan pertanian yang bijak serta berkelanjutan,” tegasnya.

Ahmad Amin juga menyampaikan pemahaman tentang makna makan dari sudut pandang orang berilmu dan bijak. Ia menuturkan bahwa makan bukan sekadar untuk bertahan hidup, melainkan sebagai ikhtiar menjaga kesehatan diri sekaligus kelestarian alam.
“Sering kita dengar ungkapan, orang bodoh hidup untuk makan, orang pintar makan untuk hidup. Namun orang yang berilmu dan bijak memahami bahwa makan adalah ikhtiar untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Kudus, Hj Farida, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan meski harus berangkat dan pulang di tengah hujan dan banjir.
“Semua terasa ringan karena niat kita sama, menjemput ilmu dan perjuangan. Semoga setiap langkah menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan dunia dan akhirat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Fatayat NU merupakan rumah belajar sekaligus rumah perjuangan bagi perempuan muda NU. Menurutnya, Madrasah Kader Pertanian bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari ikhtiar nyata untuk mewujudkan kemandirian dan keberdayaan kader Fatayat NU, yang dimulai dari lingkungan keluarga dan pekarangan rumah. Hj Farida juga dikenal sebagai dosen UIN Sunan Kudus.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PCNU Kudus sekaligus anggota DPRD Jawa Tengah, H. Akhwan Sukandar, melalui LPPNU Kudus memberikan apresiasi kepada lima peserta terbaik MKP Batch 1 dari masing-masing kecamatan. Kelima peserta tersebut dinilai berhasil mempraktikkan ilmu yang diperoleh dengan menanam bibit dari LPPNU Kudus, seperti cabai Jawa, tomat, cabai, dan terong, di lahan sempit pekarangan rumah.

Kriteria penilaian meliputi tanaman yang tumbuh hidup, mampu berbuah, serta keberhasilan mengendalikan hama secara ramah lingkungan. Apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi kader Fatayat NU untuk terus mengembangkan pertanian sehat dan mandiri berbasis rumah tangga.

Adapun MKP Batch 2 mengusung tema Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Padat. Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri dari LPPNU Kudus, yakni Kiai Imam Fathon dan Ahmad Zamris, yang menyampaikan materi sekaligus praktik langsung pengolahan pupuk organik kepada para peserta. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.