Tragedi Keracunan Obat Anti Semut, Korban Sempat Dikira Kesurupan

oleh -129 Dilihat
oleh
Foto: Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tragedi memilukan menimpa keluarga Umi Saadah (21). Warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, yang sedianya melangsungkan pernikahan pada Senin (02-04-2018), kini harus terbaring di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Dia harus mendapat perawatan intensif setalah mengalami keracunan akibat salah meminum obat anti semut yang dikira adalah jamu pengantin. Tak hanya itu, duka menyelimuti keluarganya karena salah satu bibinya yang bernama Manisih (40), warga Karangbener, Kecamatan Bae, meninggal dunia akibat meminum obat anti semut tersebut.

Terkait peristiwa nahas itu, Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning melalui Kasatreskrim AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengungkapkan, pihaknya saat ini masih mendalami kasus meninggalnya Manisih akibat meminum obat anti semut.

Dijelaskan, peristiwa nahas bermula pada Minggu (01-04-2018) malam, sekira pukul 20.00 WIB. Keluarga besar Umi meracik jamu tradisional untuk pengantin di ruang keluarga ramai-ramai. ”Menurut keterangan para saksi memang sudah menjadi kebiasaan warga setempat, setiap kali akan menikah minum jamu dan luluran terlebih dahulu,” tutur Onkoseno, Selasa (03-04-2018).

Korban Manisih yang juga ikut meracik jamu kemudian meminta Umi untuk meminumnya. Umi mengiyakan saja perintah dari bibinya itu, lantas meminumnya hingga empat tegukan dalam takaran sedikit.

Hanya saja setelah empat teguk, lanjutnya menjelaskan, Umi kemudian berhenti karena rasanya pahit dan aneh. Racikan jamu juga berwarna biru kecoklatan, tidak seperti biasanya. Melihat hal itu kemudian Manisih menasehati Umi kalau minum jamu sebenarnya membuat awet muda dan sehat.

”Ya sudah sini kalau tidak mau minum biar aku minum saja,” katanya menirukan Manisih saat menasehati Umi.

Jamu tersebut lantas diminum hingga habis oleh Manisih. Tak berselang lama Manisih langsung kejang-kejang dan pingsan. Keluarga bahkan sempat mengira Manisih kesurupan karena kejang setelah minum jamu. Akan tetapi setelah melihat mulut Manisih mengeluarkan busa, kemudian dilarikan ke rumah sakit.

”Awalnya keluarga mengira kesurupan. Ada yang mengira juga penyakitnya kambuh, sebab korban memiliki riwayat penyakit vertigo. Tetapi akhirnya menyadari kalau ada yang tidak beres dan melarikan korban ke rumah sakit,” imbuhnya.

Onkoseno mengungkapkan, dalam kasus ini keluarga Manisih menerimakan atas peristiwa yang terjadi dan menganggap sebagai musibah. Akan tetapi pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan dan akan memeriksa serbuk biru yang diduga obat anti semut dan juga akan menyelidiki racikan jamu.

Terkait adanya obat anti semut, dia menjelaskan pihak keluarga memang sengaja membelinya khusus untuk acara pernikahan Umi. Sebab biasanya jika ada yang punya acara banyak semut yang ada di sudut ruangan rumah.

Obat anti semut itu sendiri sudah terpakai. Setelah dipakai, kemudian ditaruh di atas meja di kamar pengantin dekat dengan racikan jamu. ”Dari situ peristiwa nahas terjadi. Karena mengira obat semut itu adalah bagian dari racikan jamu, sehingga dicampur begitu saja dan diminum sehingga mengakibatkan Manisih meninggal dan Umi menjalani perawatan di rumah sakit.” pungkasnya. (MK/RM)

No More Posts Available.

No more pages to load.