Inovasi “Semar Patry” RSUD Loekmono Hadi Kudus Lolos 99 Top Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2017

Inovasi “Semar Patry” RSUD Loekmono Hadi Kudus Lolos 99 Top Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2017

Kudus, isknews.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr Loekmono Hadi Kudus, sebagai salah satu organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Kudus yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan jasa kesehatan tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Melalui berbagai inovasi layanan kesehatan bagi publik, salah satu badan layanan publik di Kudus, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus terpiilih masuk sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2017.

Direktur Utama RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Aziz Achyar yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, Penghargaan ini diraih atas keberhasilan RSUD dalam inovasi pelayanan di bangsal jiwa melalui Family Gathering Terpadu Semar Patri yang didukung penuh oleh Bupati Kudus. Jumat (2/5/17)

“Pencapaian ini tidaklah mudah, kita harus bersaing dengan 3 ribuan program lain yang diikutkan dalam kompetisi tersebut. ”Program inovasi yang masuk peringkat 99 besar, akan diseleksi lagi dan diambil 40 saja. Kami sudah mengikuti seleksi itu dan juli nanti baru dilakukan pengumumannya,” ujar Aziz Achyar.

BACA JUGA :  Amankan Peralatan Karaoke dan Miras Giat Cipta Kondisi Gabungan

Program Semar Patri (Strategi Menurunkan Angka Readmisi Pasien Psikiatri) adalah produk inovasi kami yang sudah berjalan sejak 2015, produk Inovasi Family Gathering Terpadu Semar Patri ini masuk dalam Top 99 Kompetisi  Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemenpan RB).

Kompetisi ini merupakan perwujudan pelaksanaan UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dan pelayanan tersebut meliputi pemerintahan pusat sampai di tingkat kabupaten dan merupakan langkah Kemenpan RB melihat kegiatan sebuah institusi yang bisa menjadi role model dalam pelayanan publik.

“Kami mengikutsertakan tiga program inovasi kami dan  Alhamdulillah Semar Patri masuk dalam peringkat 99 besar,” tuturnya.

Layanan Semar Patri mampu lolos seleksi hingga peringat 99 karena memiliki beberapa keistimewaan. Terutama dengan diterapkannya aplikasi elektronik kontrol psikiatri (e-KoTri). Layanan ini muncul lantaran keinginan agar pasien jiwa paska rawat inap tidak kembali dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA :  SETIAP TAHUNNYA PEMERINTAH MENGALOKASIKAN DAN MENYALURKAN DBHCHT SEBESAR 2%, TERMASUK BIDANG KESEHATAN

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah harus rutin minum obat dan kontrol untuk pasien jiwa. Dari situlah, RSUD membuat aplikasi bernama e-KoTri. Aplikasi berupa pemantauan ketaatan kontrol yg merupakan indikasi utama pasien tetap minum obat.

Aplikasi e-KoTri terkoneski di sistem internal RSUD. Sistem ini secara otomatis akan memberitahukan kepada petugas di bangsal, jika pasien yang bersangkutan tidak melakukan kontrol sesuai jadwal.

”Selanjutnya tim semar patri  akan menindaklanjuti dengan menghubungi   keluarga pasien via telepon. Dari sini, kami langsung mendapatkan feedback balasan keluarga kenapa tidak melakukan kontrol,” jelasnya.

Aplikasi inilah yang ternyata mendapatkan respon positif dari tim penilai. Bahwa, pelaksanaan dan penerapan diurai sangat detail. Meliputi aspek umum rencana aksi yang dikombinasikan dengan penggunaan sistem teknologi informasi dan SMS gateway sebagai media kontrol RS terhadap pasien. Sekaligus penyertaan peran dari pihak keluarga. ”Dan aplikasi tersebut juga sudah mulai diterapkan di unit-unit selain bangsal kejiwaan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Begini Lho, Cara Bupati Kudus Rembugan dengan Warga dan Para Petani

Family gathering terpadu Semar Patri  melibatkan pasien dan keluarga, diselenggarakan setiap Hari Sabtu bersamaan jam berkunjung jam 09 00 s/d jam 11 00. Biasanya, ada beberapa materi yang disampaikan selama pertemuan dan sharing.

”Di antaranya materi tentang halusinasi, keteraturan minum obat, perilaku kekerasan, ketidakmampuan pasien, dan mengatasi persepsi negatif  masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ ). Setiap sharing, biasanya diikuti 20 – 30 keluarga ,” tuturnya.

Ruang perawatan pasien ODGJ atau bangsal jiwa memiliki 32 tempat tidur. Bed untuk perempuan berjumlah 13 dan untuk laki-laki ada 19 bed. sedangkan tim dokter ada dua yakni dr Syarifah  Rose SpKJ dan dr Agung Kadarman Stevanus SpKJ.  (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*