Air Mata di Laga Terakhir, Wergu Wetan Siap Bertransformasi Jadi Stadion Baru Standar AFC

oleh -119 Dilihat
Potret Spanduk di Tribun Timur Stadion Wergu Wetan. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Laga terakhir yang penuh tensi dan emosi tak hanya tersaji dalam pertandingan sengit antara Persiku Kudus melawan PSIS Semarang yang berakhir imbang 3-3, Sabtu (11/4/2026) petang.

Lebih dari sekadar pertandingan, suasana haru menyelimuti ribuan suporter Macan Muria. Stadion kebanggaan mereka akan segera dirobohkan. Ya, dirobohkan sebagai langkah awal menuju proses transformasi besar-besaran dari stadion lama penuh kenangan menjadi stadion baru yang lebih modern, representatif, dan berstandar AFC.

Sebuah spanduk panjang bertuliskan “One Last Roar Wergu Wetan” dibentangkan di tribun. Kalimat itu menjadi simbol perpisahan, sekaligus penanda bahwa sore itu benar-benar menjadi auman terakhir Macan Muria di Stadion Wergu Wetan.

Pertandingan tersebut bukan sekadar duel derby, melainkan penutup perjalanan panjang stadion yang selama ini menjadi rumah bagi ribuan cerita sepak bola di Kudus. Sorak sorai yang biasanya menggema berubah menjadi momen haru, seolah semua yang hadir menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan akhir dari sebuah era.

Mulai Minggu, 12 April 2026, Stadion Wergu Wetan resmi ditutup dari seluruh aktivitas olahraga. Penutupan ini menandai dimulainya proses pembongkaran total sebagai bagian dari rencana pembangunan ulang oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

Dampaknya, satu laga kandang tersisa Persiku di Liga Championship 2025/2026 terpaksa digelar di luar kota karena stadion tidak lagi dapat digunakan.

Selama bertahun-tahun, Stadion Wergu Wetan telah menjadi ikon olahraga di Kabupaten Kudus. Tak hanya sebagai markas Persiku, stadion ini juga menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk berbagai kegiatan olahraga dan event daerah.

Namun secara fisik, kondisi stadion dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar fasilitas modern. Tribun yang belum mengelilingi seluruh lapangan serta keterbatasan sarana pendukung menjadi alasan utama dilakukannya pembangunan ulang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Hari Wibowo, memastikan bahwa stadion akan dibongkar total.

Pembongkaran total menjadi kewenangan kami. Setelah itu akan dilelang agar dapat dibangun ulang oleh pemerintah pusat,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, stadion baru nantinya akan dibangun sesuai standar Asian Football Confederation (AFC) agar lebih representatif dan nyaman digunakan.

Stadion ini akan dibangun sesuai standar AFC agar lebih layak untuk pertandingan,” tambahnya.

Design Stadion Baru Persiku Kudus. (Foto: Istimewa)

Tahap pembongkaran dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 setelah proses appraisal atau penaksiran nilai lahan selesai.

Pembongkaran menunggu appraisal sekitar Mei–Juni. Kemarin juga sudah dilakukan penelitian tanah dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Penelitian tersebut menjadi bagian dari proses teknis sekaligus dasar penentuan nilai aset. Selain itu, proyek ini juga mencakup perluasan lahan guna menyesuaikan desain stadion baru.

Sesuai desain yang telah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum, luas kawasan stadion mencapai sekitar 4,5 hingga 5 hektare, termasuk penambahan lahan di sisi timur dan selatan yang masih menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Berdasarkan perencanaan awal, stadion baru akan berdiri di atas lahan sekitar 46.255 meter persegi, dengan total luas bangunan diperkirakan mencapai 23.530 meter persegi.

Untuk kapasitas, Pemkab Kudus mengusulkan hingga 10.000 penonton sebagai target ideal. Namun hasil kajian sementara dari tim pusat mengerucut pada angka sekitar 8.000 penonton.

Kami mengusulkan 10.000 penonton, tetapi hasil desk sementara di angka 8.000. Nanti akan disesuaikan lagi,” ungkap Hari.

Ia menambahkan, kapasitas tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan. Dalam desain awal, tribun stadion belum dibangun penuh di semua sisi, melainkan difokuskan di sisi barat dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.

Tribun sementara di sisi barat, tidak full. Kami menyesuaikan dengan anggaran, namun tetap mengacu pada standar kenyamanan stadion,” terangnya.

Setelah pembongkaran, tahap berikutnya adalah proses pengadaan atau lelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Juni masuk tahap pengadaan atau lelang oleh Kementerian, kemudian pembangunan dimulai sekitar Juli–Agustus,” jelasnya.

Pembangunan fisik stadion diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga Agustus 2026 dengan skema kontrak multi-years, yang kemungkinan berlanjut hingga tahun anggaran 2027.

Kami matangkan dulu perencanaan hingga Mei sebelum dibongkar total dan dibangun ulang,” pungkasnya.

Dengan dimulainya proses ini, Stadion Wergu Wetan tak hanya menutup lembaran lama, tetapi juga membuka harapan baru. Stadion baru diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Kudus sekaligus mendorong prestasi olahraga daerah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :