Kudus, isknews.com – Nilai bongkaran Stadion Wergu Wetan Kudus ditaksir mencapai Rp969,34 juta berdasarkan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), menjadi pijakan awal pelelangan aset sebelum pembangunan stadion baru dimulai.
Pemerintah Kabupaten Kudus mulai mematangkan tahapan awal pembangunan ulang Stadion Wergu Wetan dengan menetapkan nilai bongkaran bangunan lama sebagai dasar pelelangan.
Berdasarkan hasil appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Semarang, nilai bongkaran stadion tersebut mencapai Rp969,34 juta. Angka tersebut mencerminkan nilai ekonomis dari material bangunan yang masih dapat dimanfaatkan kembali.
“Berdasarkan hasil penaksiran oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dari Semarang nilai bangunan stadion tersebut berkisar Rp969,34 juta, karena dari bangunan tersebut terdapat sejumlah barang berharga yang bisa dimanfaatkan kembali,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Djati Solechah di Kudus, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, hasil penilaian tersebut akan dijadikan dasar untuk melelang bangunan Stadion Wergu Wetan Kudus guna dihapuskan. Langkah ini dilakukan menyusul rencana pembangunan stadion baru oleh pemerintah pusat yang akan dibangun dengan standar Asian Football Confederation (AFC) dan kapasitas sekitar 8.000 penonton.
Saat ini, BPPKAD Kudus tengah menyiapkan berbagai kelengkapan administrasi agar proses lelang dapat dilaksanakan secara terbuka dan sesuai ketentuan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kudus melalui BPPKAD akan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.
Djati berharap proses lelang dapat dimulai pada bulan ini, sehingga tahapan pembongkaran stadion lama bisa segera dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Harry Wibowo sebelumnya menyampaikan bahwa Stadion Wergu Wetan akan dibangun ulang dengan usulan anggaran sekitar Rp225 miliar.
Pemkab Kudus, kata dia, diminta untuk mengosongkan stadion dan melakukan pembongkaran total sesuai dengan luas lahan yang akan dibangun.
Dengan luasan sekitar 5 hektare, stadion baru nantinya dirancang berkapasitas 8.000 penonton dengan konsep kursi tunggal (single seat).
“April-Mei ini pembongkaran dan appraisal aset, sembari menunggu hasil keluar, Dinas PUPR dan Disdikpora melakukan pengosongan stadion terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia memperkirakan pembangunan fisik stadion akan dimulai pada Juli hingga Agustus 2026, setelah seluruh tahapan perencanaan dan persiapan rampung.
Menurutnya, desain stadion akan mengacu pada standar AFC, dengan konsep tanpa lintasan atletik agar lebih fokus pada pertandingan sepak bola.
“Desainnya menyambung tanpa lintasan atletik, hanya saja yang ada atap tribunnya hanya di sisi barat,” pungkas Harry. (YM/YM)






