Kudus, isknews.com – Derby Pantura antara Persiku Kudus dan PSIS Semarang pada pekan ke-24 Grup B (Timur) Liga Championship 2025/2026 berlangsung panas dan penuh drama. Laga yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Sabtu (11/4/2026) sore itu berakhir imbang 3-3.
Persiku sempat tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Selain memiliki catatan tak pernah kalah dari tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar, tuan rumah juga diuntungkan dengan absennya lima pemain pilar PSIS. Namun, pertandingan justru berjalan ketat dan sarat tensi hingga kedua tim harus puas berbagi angka.
Hasil ini membuat posisi kedua tim di klasemen sementara tidak berubah. Persiku Kudus, yang berjuluk Macan Muria, tetap berada di peringkat ke-7 dengan 27 poin dari 24 laga (7 menang, 6 seri, 11 kalah). Sementara PSIS Semarang menempati posisi ke-8 dengan 20 poin hasil dari 5 kemenangan, 5 imbang, dan 14 kekalahan.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung tampil terbuka. Jual beli serangan berlangsung dengan intensitas tinggi, disertai benturan fisik yang membuat laga berjalan keras. Wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk meredam tensi pemain.
PSIS Semarang lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Setelah beberapa peluang tercipta, Beto Goncalves berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-23 melalui sundulan yang menggetarkan gawang Persiku, mengubah skor menjadi 0-1.
Persiku mencoba merespons, namun justru kembali kebobolan jelang turun minum. Pada menit ke-45+8, Rafinha mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas melengkung yang tak mampu dijangkau kiper, membawa PSIS unggul 0-2 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Persiku tampil lebih agresif. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak penalti. Igor Henrique yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Sejak menit ke-62, tempo pertandingan meningkat drastis. Persiku terus menekan dengan memaksimalkan sektor sayap dan bola mati, sementara PSIS mengandalkan serangan balik cepat. Benturan antar pemain pun semakin sering terjadi dan sempat memicu adu mulut di lapangan.
Tekanan Persiku kembali berbuah hasil saat Caique Silvio mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan bebas, mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus memanaskan atmosfer pertandingan.
Memasuki menit-menit akhir, drama semakin memuncak. Persiku sempat berbalik unggul pada menit ke-90+29 melalui gol kedua Igor Henrique yang memanfaatkan kemelut di depan gawang, membawa tuan rumah unggul 3-2.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. PSIS menunjukkan mental pantang menyerah dengan mencetak gol balasan pada menit ke-90+38 melalui Rafinha, sehingga skor kembali imbang 3-3 hingga peluit panjang dibunyikan. (YM/YM)







