KUDUS, isknews.com – Normalisasi Sungai Serang Wulan Drainase (SWD)-1, yang sempat dihentikan selama dua hari, akibat sungai tersebut yang mendadak airnya meluap, dilanjutkan kembali. Kondisi air Sungai SWD-1 sebenarnya masih belum begitu surut, karena ketingggian air nyaris sama dengan permukaan tanggul, namun hal itu tidak menghalangi dua alat berat yang melalukan pengerukan.
Pemantauan isknews.com, Minggu (28/2), dari atas Jembatan Sungai SWD-1, di perbatasan Dukuh Karangturi, Desa Setrokaralangan – Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dua alat berat jenis backhoe, tampak melakukan pengerukan pada sisi utara Sungai SWD-1, mengangkat tanah berlumpur yang kemudian ditumpahkan di pinggir sungai hingga membentuk gundukan atau tanggul.
Kondisi air Sungai SWD-1 yang masih banjir, menyebabkan pengerukan hanya bisa dilakukan dari pinggir sungai, tidak bisa menjangkau ke bagian tengah sungai yang memiliki lebar 30 meter lebih itu. Bahkan untuk melakukan pengerukan ke arah hulu, alat berat itu harus lebih dahulu membuat atau merintis jalan, karena kondisi tanah tanggul yang lembek.
Sementara di sisi selatan sungai SWD-1 yang menjadi biang banjir bagi warga Dukuh Karangturi itu, tampak tumpukan tanah bekas galian dari dalam sungai, mulai dari jembatan sampai ke timur, sekitar 1 kilometer. Menurut warga setempat, tumpukan tanah basah itu adalah hasil pengerukan oleh dua alat berat, yang dilakukan selama dua hari, begitu air sungai itu mulai surut. “Kalau hujan tidak turun, air sungai ini akan surut, dan normalisasi diharapkan bisa lancar.” (DM)
Air Surut, Normalisasi Sungai SWD-1 Kembali Dilanjutkan
KOMENTAR SEDULUR ISK :






