Air Terjun Pengantin, Destinasi Air di Piji yang Masih Asri

oleh -1.541 kali dibaca

KUDUS – Surga tersembunyi bagi para pencinta destinasi air terjun. Di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menyimpan sebuah destinasi alam yang memanjakan mata, dikenal dengan sebutan Air Terjun Pengantin.

Menarikanya, tidak seperti air terjun pada umumnya, Air Terjun Pengantin terbelah menjadi dua sisi. Pengunjung bisa dimanjakan dengan aliran jatuhnya yang terbagi dua.

Tidak sulit untuk bisa sampai ke lokasi Air Terjun Pengantin. Dari pusat kota, pengunjung bisa menempuh jarak sekitar 14 kilometer atau membutuhkan waktu 30 menit mengendarai sepeda motor.

Lokasi yang berada di tengah tengah lahan persawahan dan tebing yang cukup curam, justru menambah keelokan curug kembar ini. Medan yang dilalui pun tergolong mudah diakses dan sudah beraspal. Kendati demikian, pengunjung harus tetap berhati-hari dengan medan yang menanjak dan juga licin saat musim penghujan.

Diakui oleh Kepala Desa Piji Nurul Musta’in, belum ada pengelolaan yang serius pada air terjun ini. Penggagasan konsep wisata yang matang pun masih dalam bayang-bayang. Pasalnya, lokasi Air Terjun Pengantin ini masih diapit dengan lahan-lahan pertanian milik warga setempat.

“Karena ini kan masih dikelilingi lahan sawah milik warga, jadi pengelolaannya belum resmi. Tapi, kalau kalau masyarakat ingin menghendaki wisata, saya siap. Hanya saja, nanti kita komitmen untuk istilahnya ya sewa atau bagaimana ya silahkan,” katanya.

Pihak juga tidak menampik bahwa sudah banyak sekali pengunjung yang sudah menikmati keelokan air terjun tersebut. Bahkan masyarakat dari liar Kudus pun pernah menjajal kesegaran dari air curug kembar ini.

“Sudah banyak sekali yang datang kesini. Untuk mandi atau berfoto-foto sudah banyak,” ungkapnya.

Nurul juga membeberkan adanya cerita zaman dahulu yang menarik di balik Air Terjun Pengantin tersebut. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, dulunya ada seorang keturunan Sunan Muria yang datang di Air Terjun Pengantin. Tidak jauh dari situ, juga terdapat satu goa kecil yang jarang dijamah.

Ternyata, di dalam goa tersebut dipergoki ada seorang laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan. Warga yang mengetahui hal tersebut lantas marah dan meminta untuk keduanya dihukum rajam.

Kemudian, untuk meredam amarah warga, mereka pun diminta untuk mandi di air terjun pengantin dan satu lokasi lagi di Dukuh Blicak. Apabila setelah mandi wajah mereka gosong dipercaya mereka sudah melakukan perbuatan zina, tapi kalau tidak maka masih perawan.

“Ternyata setelah mandi malah wangi dan bersinar,” pungkasnya.

Hingga kini, ada sebagian masyarakat yang percaya bahwa air terjun pengantin dan sumber air di Dukuh Blicak memiliki khasiat untuk kecantikan. Selain itu, bagi yang belum menikah dan mandi di air terjun pengantin disemogakan hubungannya bisa awet dan langgeng hingga jenjang pernikahan.

“Percaya atau tidak, tergantung masing-masing orangnya,” tambahnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.