Akhirnya Kejari Tahan Dua Tersangka Kasus Galian C Maut

oleh

Kudus, isknews.com – Kasus galian C ilegal di Desa Klumpit yang memakan korban nyawa 4 bocah SMP dan menetapkan dua tersangka kini sudah dinyatakan lengkap atau P21 yang kemudian dilimpahkan ke kejaksaan negeri (Kejari) Kudus.

Dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kudus, AKP Agustinus David mengatakan, kasus yang menetapkan dua tersangka pengembang usaha galian C bernama Suharto, 41 tahun, dan Ali Muchtarom, 47 tahun kini sudah dilimpahkan ke Kejari Kudus sejak Agustus bulan lalu.

Lokasi saat ditemukannya 4 bocah meninggal kala berenang di kubangan bekas penggalian di lokasi galian C ilegal di Klumpit, Gebog, Kudus (foto: YM)

“Berkas kasusnya telah kami nyatakan lengkap dan kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kudus,” kata AKP Agustinus David, Selasa (15/09/2020).

Menurut David, Kasus tersebut sudah tahap dua di kejaksaan. Barang bukti dan tersangka sudah pihaknya serahkan semingguan lalu.

Saat dilakukan konfirmasi ke Kejari Kudus, Kasi Intel Kejari Kudus Sarwanto membenarkan kasus galian C maut itu sudah berada di kejari Kudus bahkan kini kedua tersangkanya sudah di tahan oleh pihaknya.

“Saat ini kedua tersangka penahanannya kami titipkan di Polres Kudus,” terang Sarwanto, Selasa (15/09/2020).

Meski sebelumnya pihak polres Kudus meski telah mentapkan keduanya sebagai tersangka namun oleh polisi mereka tidak ditahan dengan alasan kooperatif, tidak membahayakan dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

Kini kedua tersangka telah ditahan oleh Kejari dengan surat perintah penahanan dengan nomor 1055-1056/M.3.18EUH/092020 tanggal 8 sepetember 2020.

”Kasus ini kami terima dan sudah dinyatakan lengkap atau P21 pasa 3 Agustus 2020. Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan Selasa (8/9) lalu,” katanya.

Kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 158 UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KHUP atau ke 2 Pasal 359 KHUP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

”Saat ini sudah proses limpah ke pengadilan. Tinggal nunggu proses persidangan,” tambahnya.

Dijelaskannya sesuai dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya di pasal 69 ayat 3, lokasi tersebut tidak masuk dalam kawasan pertambangan yang diizinkan. Sehingga mereka dianggap melakukan pelanggaran hukum.

Diketahui, pada Rabu (22/1) lalu empat bocah tewas saat sedang bermain di lokasi galian C. Mereka masing-masing David Raditya, M Faruq Ilham, M Jihar Gifri dan Habib Roihan. Keempat bocah yang merupakan warga Desa Klumpit ini berusia 13 tahun. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :