Akibat Banjir Musim Tanam Dipastikan Mundur

oleh
Areal pertanian di Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo, Pati masih tergenang banjir, Jum at (3-05-2019). (ivan nugraha)

Pati,ISKNEWS.COM-Para petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati belum bisa mempersiapkan lahannya untuk bercocok tanam. Pasalnya, sekitar 150 hektar areal persawahan di desa yang termasuk lumbung padi tersebut masih tergenang banjir.

Imbasnya, menurut Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Darma Tirta Sumber Makmur Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kamelan, musim tanam kali ini dipastikan mundur.

“Ada sekitar 150 hektar sawah yang masih banjir, malahan sebagian sudah tergenang sejak akhir 2018 lalu. Sepertinya genangan ini semakin meluas. Inikan akibat limpasan air Sungai Juwana yang tidak mampu menampung air hujan,” terangnya saat ditemui, Jum at (3-05-2019).

TRENDING :  Dari 9 PR Penyewa LIK, Hanya 4 Aktif Berproduksi

Pemilik lahan yang berbatasan dengan alur Sungai Juwana, imbuhnya, hanya dapat menggarap sawahnya saat musim hujan reda. Pasalnya, air yang menggenangi areal persawahan tersebut surutnya relatif lama.

Apalagi hujan masih sering turun dengan intensitas tinggi, padahal seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau.“Sebagian dari lahan yang tergenang inikan sudah digunakan untuk persemaian, dan sebagian lagi sudah ditanami padi. Usia persemaian antara 1-14 hari dan padi muda baru ditanam sekitar satu pekan. Jadi jelas kami, para petani ini rugi,” jelasnya lebih lanjut.

TRENDING :  Di Kedungsari Gebog, Pohon Jati Roboh Timpa Rumah Kismono

Ia menambahkan, selain limpasan air Sungai Juwana yang menjadi penyebab utama tergenangnya areal persawahan, aliran air di alur Jambean Kidul pun tersendat karena terhambat oleh sedimentasi pada alur di bawahnya. Alur tersebut berada di Desa Ngawen dan Jimbaran, Kecamatan Margorejo.

“Kalau tidak ada hujan lagi dan debit Sungai Juwana menyusut, perkiraan kami genangan akan surut sekitar dua pekan hingga satu bulan. Ini artinya, musim tanam akan mundur,” tutur Kamelan.Padahal jika musim tanam mundur sampai satu bulan, maka petani terancam tidak bisa panen maksimal.

TRENDING :  Rencana Reaktivasi Jalur KA Jawa Tengah

Jika tanam padi mundur sampai Juni hasilnya tidak dapat dipastikan, karena perkiraan panennya pada September. Biasanya, seperti tahun-tahun sebelumnya, antara Juli hingga Oktober di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati mengalami krisis air untuk pertanian. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :