Aksi Tuntut Normalisasi Sungai Juwana Diwarnai Kericuhan

oleh -184 Dilihat
Foto: Kericuhan terjadi saat massa memaksa masuk ke halaman gedung DPRD Pati, Kamis (05-04-2018). (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Aksi ribuan petani terdampak banjir yang menuntut normalisasi Sungai Juwana berlangsung cukup alot. Bahkan, unjuk rasa yang digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Pati itu diwarnai kericuhan. Hal itu disebabkan, ribuan massa berusaha memaksa masuk ke gedung wakil rakyat tersebut.

Namun, aksi massa tersebut akhirnya berhasil diredam aparat keamanan yang bersiaga penuh di depan pintu gerbang DPRD Pati. Massa yang datang dari 38 desa di 7 kecamatan itu akhirnya melangsungkan aksi damai setelah sejumlah perwakilan kepala desa dan perwakilan tokoh masyarakat diterima pimpinan DPRD untuk melakukan audensi.

Kapolres Pati, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati meminta, massa yang menyampaikan aspirasinya dilakukan dengan cara yang baik, dan tidak mengedepankan emosi. Pada aksi ini, pihaknya menerjunkan sekitar 451 personil.

 

Foto: Kericuhan terjadi saat massa memaksa masuk ke halaman gedung DPRD Pati, Kamis (05-04-2018). (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

“Kami meminta warga yang berdemo tetap menjaga kondusifitas selama aksi. Yang terpenting warga juga bisa menyampaikan aspirasinya, namun keamanan juga tetap dijaga. Mengingat, jalur ini merupakan akses utama yang digunakan warga Pati untuk beraktifitas. Kami juga menerjunkan mobil water canon, dan anjing pengurai massa,” jelasnya, Kamis (05-04-2018).

Sementara, perwakilan pendemo, Jumadi, dalam orasinya meneriakkan, agar 2019 pemerintah pusat menganggarkan normalisasi Sungai Juwana. Pasalnya, setiap musim banjir yang diakibatkan luapan sungai terpanjang di Bumi Mina Tani itu, petani dipastikan merugi miliaran rupiah.

“Setiap musim banjir, petani khususnya yang berada di wilayah Pati Selatan merugi hingga Rp 800 miliar. Itu diakibatkan kapasitas Sungai Juwana yang sudah tidak mampu menampung luapan air setiap musim penghujan. Kami juga meminta, Pemkab Pati segera menata parkir kapal di sekitar Pelabuhan Juwana. Karena hal itu juga menghambat arus air saat terjadi banjir,” harapnya.

Setidaknya, sekitar 2 ribu warga yang tergabung dalam Aliansi Petani Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Pati sejak pukul 10.00 WIB. Pendemo akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasinya sekitar 3 jam di pusat Kota Pati itu. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.