Aktivis : Utamakan Prioritas Warga Setempat Sebagai Calon Perangkat Desa, Bila Nilai Sudah Penuhi Syarat

oleh

Kudus, isknews.com – Tes pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus telah usai. Pusat Pengembangan Perdesaan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) juga telah menyerahkan hasil tes pengisian perangkat desa di GOR Wergu Wetan Kudus beberapa pekan yang lalu.

Sejumlah Desa telah melaksanakan pelantikan perangkat desa terpilihnya namun masih banyak Desa yang lain belum melakukan pelantikan karena masih menunggu rekomendasi dari Camat dan sejumlah pertimbangan lainnya.

Kepala Dinas PMD Kudus Adi Sadhono Murwanto mengatakan, untuk tes pengisian perangkat desa di 44 desa sudah selesai. Kini tinggal pelantikan saja. Hanya, pelantikan menunggu rekomendasi dari kecamatan.

“Untuk tes pengisian perangkat desa itu yang menjadi perangkat desa itu yang memperoleh nilai tertinggi dengan mendapatkan rekomendasi dari Camat,” ungkapnya.

TRENDING :  TERKATUNG-KATUNG TANPA DIPERHATIKAN MENGACAM KESELAMATAN PENGUNA JALAN

Ia mengatakan, ada 44 desa mengikuti tes pengisian perangkat desa sedangkan 16 desa lainnya menunda tes pengisian perangkat desa dengan berbagai alasan.

“Untuk formasi kemarin ada sekitar 143 formasi. Untuk berapa formasi yang masih kosong kami belum mengetahui. Karena itu setelah menyesaikan tes langsung diberikan ke pansel masing-masing desa,” ungkapnya.

Sementara itu sejumlah aktifis menyoroti mekanisme penetapan perangkat desa yang pada beberapa desa masih belum ada pengumuman dan pelantikan, Moh Abdilah aktifis dari LP2KPK yang merupakan warga Mejobo ini khusus menyoroti soal pemilihan Sekretaris Desa, menurutnya untuk penetapan calon sekretaris desa disamping mengikuti aturan yang berlaku dengan nilai tertinggi, tidak menutup kemungkinan harus mempertimbangkan kontribusi calon tersebut kepada Desa, loyalitas pada strata sosial di Desa.

TRENDING :  Tahun 2018 Kabupaten Pati,Bakal Gelar Pilkades Serentak

“Karena sekdes itu adalah orang yang paling dominan dalam tugas pemerintahan desa, makanya disamping nilai tertinggi yang harus diatas passing grade yang ditetapkan dalam Perbup, juga tidak kalah penting faktor-faktor loyalitas, dedikasi dan kiprahnya di desa,” ujar Aktifis LP2KPK ini.

Menurut dia tak kalah penting calon sekretaris harus di utamakan dari warga sendiri meski aturan boleh berasal dari Desa lain.

“Namun andaikan ada calon dari desa sendiri itu yang muncul dan secara passing grade nilai tes CAT sudah memenuhi syarat maka otomatis dia harus menjadi prioritas utama, karena dia akan lebih tahu mengenai seluk beluk desa, potensi desa sehingga perjalanan pemerintahan desa akan lebih maksimal,” katanya.

TRENDING :  Ini Faktanya! Dadirejo Desa Wisata Sejuta Nyamuk Di Pati

Senada dengan Abdillah, Noor Suhud,  plt Sekdes Desa Wates Undaan Kudus juga menyampaikan hal yang sama, menurutnya sesuai dengan Undang Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, Kepala Desa meiliki kewenagan dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa yang salah satunya adalah sekretaris Desa.

“Menurut hemat saya dalam proses pengisian perangkat ini, kepala Desa secara normatif menerima nama-nama yang memenuhi syarat tertinggi nilai yang telah lulus pada ujian tes perangkat Desa, namun untuk penentuan satu nama yang akan terpilih itu menjadi kewengangan mutlak kepala desa dengan berbagai pertimbangan sosiologis dan kepatutannya,” ujar Suhud. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :