Warga Tergo Keluhkan Dugaan Pemotongan BLTS, Kades Bantah Keras

oleh -318 Dilihat
Ilustrasi dana BLTS (YM)

Kudus, isknews.com – Dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat di Desa Tergo, Kecamatan Dawe, memicu kegelisahan warga setelah kabar tersebut santer beredar sejak awal pekan ini.

Sejumlah penerima bantuan mengaku diminta menyerahkan sebagian dana yang mereka terima oleh oknum ketua RT dengan dalih pemerataan bagi warga lain yang tidak mendapatkan bantuan serupa.

Warga mengungkapkan, dari total BLTS sebesar Rp900 ribu, mereka diminta memberikan Rp400 ribu. Pengutipan itu disebut-sebut hasil kesepakatan dalam musyawarah internal yang hanya diikuti beberapa perwakilan warga, tanpa melibatkan seluruh penerima bantuan.

Beberapa warga merasa keberatan lantaran tidak mengetahui mekanisme pembagian maupun tujuan pasti penggunaan dana hasil pemotongan tersebut. Mereka juga menyayangkan transparansi yang dianggap minim dalam proses musyawarah.

Saat dikonfirmasi pada Kamis, 27 November 2025, Kepala Desa Tergo, Annor Musthofan, membantah keras adanya pemotongan bantuan oleh pihak desa.

“Desa tidak motong sama sekali, semua diambil penerima semua,” tegasnya.

Annor menambahkan, pihaknya siap menelusuri lebih jauh sumber kabar tersebut untuk memastikan tidak ada praktik yang menyalahi aturan di tingkat bawah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.