Sempat Dinyatakan Hilang, Pendaki Asal Mejobo Ditemukan Selamat di Jalur Argopiloso

oleh -11 Dilihat
Sejumlah relawan dari Desa Japan, saat mengevakuasi Dhea, pendaki gunung asal Desa Mejobo yang sempat terpisah dari rombongannya (Foto: dikembangkan dengan ilustrasi generated dari video tangkapan layar)

Kudus, isknews.com – Seorang pendaki asal Kecamatan Mejobo, MDJ (21) sempat dinyatakan hilang setelah terpisah dari rombongannya saat turun dari puncak Gunung Argopiloso pada Sabtu (25/4/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kasi Kedaruratan, Munaji, mengatakan laporan awal diterima dari rekan korban yang turun lebih dahulu dari puncak. Mereka melaporkan bahwa satu anggota rombongan masih berada di jalur pendakian karena terpisah saat perjalanan turun.

“Ahamdulillah, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim relawan dari Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus yang melakukan penyisiran di jalur pendakian,” ujar Munaji, Sabtu (25/4/2026) malam.

Ia menambahkan, korban ditemukan sekitar pukul 20.45 WIB, atau sekitar hampir tujuh jam lebih setelah dinyatakan hilang sejak pukul 13.30 WIB.

“Yang bersangkutan mendahului rekan rekannya, namun saat turun harusnya tetap dijalur pendakian dan lurus ternyata dia belok ke kiri. Sehingga pengawasan temannya yang dibelakang sempat kehilangan dan dikira telah sampai di basecamp. Warga mendengar MDJ sempat minta tolong pada sekitar pukul 20 an dan terdengar sampai warung sekitar di Basecamp/Rejenu,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan rekan korban kepada tim evakuasi, rombongan pendaki sebelumnya berjumlah delapan orang pendaki perempuan, sebelum berangkat mereka berkumpul di area parkir depan samping sebuah kampus di Kudus.

Awalnya lima orang menunggu tiga rekannya yang lain sehingga rombongan baru berangkat sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka tiba di basecamp sekitar pukul 08.00 WIB dan memulai pendakian sekitar pukul 08.30 WIB.

Rombongan tersebut berhasil mencapai puncak Gunung Argopiloso sekitar pukul 13.00 WIB. Saat hendak turun dari puncak, rombongan kemudian terpisah menjadi dua kelompok.

Tim pertama turun lebih dahulu sekitar pukul 13.30 WIB. Sementara tim kedua yang beranggotakan baru turun sekitar pukul 14.30 WIB sehingga kedua kelompok tidak saling mengetahui kondisi masing-masing selama perjalanan turun.

Dalam catatan yang disampaikan kepada tim evakuasi, rekan korban menyebutkan bahwa saat perjalanan turun dari puncak hingga mencapai Pos 3, rombongan sempat terpisah dengan MDJ. Saat dipanggil oleh rekannya, MDJ masih sempat merespons panggilan tersebut dan suaranya masih terdengar dari jalur pendakian.

Rekan-rekannya juga sempat mendengar suara MDJ yang diduga sedang berbincang dengan beberapa orang di jalur. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pos 2 dan menunggu sekitar satu jam agar Dhea menyusul.

Namun hingga waktu tersebut berlalu, MDJ tidak juga tiba di Pos 2. Rombongan kemudian turun dan menunggu di kawasan Air Tiga Rasa sambil menanyakan kepada sejumlah pendaki lain yang melintas, tetapi para pendaki yang ditanya mengaku tidak bertemu dengan korban.

Sementara itu tim kedua yang turun belakangan berhasil tiba di basecamp dengan selamat bersama beberapa pendaki lain. Setelah bertemu dengan tim pertama di basecamp, mereka kemudian melaporkan kepada petugas bahwa satu anggota rombongan masih berada di jalur pendakian.

Munaji mengimbau para pendaki agar selalu memperhatikan keselamatan selama melakukan aktivitas pendakian, tidak memisahkan diri dari rombongan, serta memastikan komunikasi tetap terjaga selama berada di jalur pendakian.

“Pendaki sebaiknya tetap bersama rombongan, saling mengawasi, dan memastikan jalur yang dilalui aman agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Munaji. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.