Alih Bentuk Jadi Politeknik Kudus, Akbid Tambah Program Studi

oleh

Kudus, isknews.com – Perubahan status Akademi Kebidanan Kudus, yang berubah status menjadi Politeknik Kudus di laksanakan pagi tadi yang dikemas dalam format seminar dan launcing perubahan bentuk dari Akademi Kebidanan Kudus menjadi Politeknik Kudus. Dihadiri sejumlah undangan, akademisi, praktisi pendidikan  dan sekretaris Dirjen Dikti Menristek Dikti RI, Dr. Ir .Agus Indarjo. M.Phil.

Kampus dibawah Yayasan Muria Bina Insa Mulia ini, kini telah menambah 2 program studi baru untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lain. Demikian diungkapkan Plt Direktur Akbid Pemkab Kudus Trisno Suwandi usai seremonial peluncuran alih status kampus yang berada di Desa Ploso Jati Kudus ini.

TRENDING :  Diduga Serangan Jantung Petani Ini Ditemukan Meninggal di Persawahan Desa Larikrejo
sekretaris Dirjen Dikti Menristek Dikti RI, Dr. Ir .Agus Indarjo. M.Phil. saat menyerahkan SK Alih Bentuk Akbid menjadi Politeknik Kudus (Foto: YM)

“Jika sebelumnya hanya satu program studi, yakni Kebidanan, kini setelah status akbid telah berubah menjadi  Politkenik Kudus yang didasarkan atas Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ri No. 911/KPT/i/2019 tentang Izin Perubahan Bentuk Akademi Kebidanan Kudus Di Kabupaten Kudus menjadi Politeknik Kudus,” terang Plt direktur Politeknik Kudus Trisno Suwandi, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, setelah jadi Politeknik kini akan ada penambahan program D4 Gizi Klinis serta D4 Bisnis dan manjemen Ritel.

TRENDING :  Peter : Manager Harus Bisa Menghidupi Persiku dan Bukan Mencari Hidup Dari Klub

“Pendidikan politeknik merupakan jalur pendidikan vokasi pada jenjang perguruan tinggi yang membekali lulusan dengan ketrampilan yang didukung dengan pengetahuan dasar teoritis yang cukup dan sikap disiplin yang tangguh serta diharapkan nantinya setelah lulus akan dapat menjadi tenaga yang profesional dibidangnya,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan program studi itu, maka tenaga pengajar atau dosen juga harus ditambah karena syarat minimal untuk membuka program jurusan baru antara lain memiliki enam tenaga pengajar lulusan S2. Untuk sarana dan prasarana, kata dia, saat ini sudah cukup memadai ketika membuka tiga jurusan.

TRENDING :  Pasang Gelagar Line 3 Jalan Depan Proyek Jembatan Tanggulangin Tersendat

Perubahan status tersebut, katanya, semakin meningkatkan daya saing dan memudahkan dalam penjaringan mahasiswa baru karena memiliki alternatif jurusan, dibanding sebelumnya hanya memiliki satu jurusan. Usulan perubahan status, lanjut dia, sudah didaftarkan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Kita akan lakukan penerimaan Mahasiswa untuk prodi baru ini pada awal masa tahun ajaran baru 2020, Akbid Pemkab Kudus yang berubah status menjadi Politeknik Kudus bisa memulai membuka penerimaan mahasiswa baru. Kami tidak membatasi jumlah pendaftarnya. Jika memungkinkan, akan menjaring mahasiswa sebanyak-banyaknya,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :