Aneh, Diduga Cabuli Muridnya, Penahanan Guru PNS Demak Ini Ditangguhkan

oleh -2.602 kali dibaca
Tim Kuasa Hukum YLBHI Bimasakti, kuasa hukum korban pencabulan anak DR saat menunjukkan berkas pengaduan dan surat pernyataan bersalah dari terduga pelaku (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial MAA (58 tahun), warga Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak diduga telah mencabuli anak dibawah umur.

Aksi bapak tiga anak ini terkuak setelah orangtua korban meminta bantuan Yasayan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bima Sakti untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Larasati Kuasa Hukum korban berinisal DR (13 tahun) menyampaikan, kasus pelecehan tersebut terjadi sekitar 2 tahun yang lalu.

“Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 5 di salah satu sekolah setingkat SD di Demak dan tidak berani mengadu ke orangtua. Bermula ketika DR yang diminta oleh MAA untuk membantu ‘metani’ rambut kepalanya. Modus itu pun kemudian dimanfaatkan MAA untuk melecehkan korban dengan memegang payudaranya,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Senin (19/04/2021).

Mirisnya, perlakuan tidak senonoh tersebut tidak hanya sekali dua kali saja. Bahkan, Larasati mengungkapkan bahwa korban tidak hanya dialami oleh DR, tetapi ada beberapa murid lainnya.

“Korban kemudian dipaksa untuk diam, tidak boleh berteriak, dan mengadu kesiapapun. Sebenarnya ada 7 anak yang kita dapat informasinya terkena perlakuan bejat itu, tapi baru 3 yang mengaku pada kita,” terang Larasati.

Perbuat Guru PNS yang kata Larasati juga dikenal sebagai Ketua BPD dan tokoh masyarakat di daerahnya ini pun akhirnya dilaporkan ke pihak yang berwajib pada Jumat, 12 Maret 2021.

Dengan pasal 82 ayat (1) (2) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman kurungan penjara 5 sampai 15 tahun dan denda Rp 5 Miliar. Kami sudah melaporkan MAA ke Polres Demak dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor : STTLP/37/III/2021/Jtg/SPKT Res.Dmk,” tandasnya.

Anehnya, kasus tersebut ditangguhkan oleh Penyidik Polres Demak yang tidak diketahui alasan jelasnya. Dan hingga kini terduga pelaku pencabulan anak di bawah tersebut masih bebas berkeliaran.

Sebelumnya, 14 April 2021, pihaknya selaku kuasa hukum korban DR mempertanyakan mengapa terduga masih belum bisa ditahan. Hingga Senin (19/04) ini pun masih belum ada klarifikasi yang jelas bagaimana kasus tersebut ditangguhkan.

“Kami tidak dikasih tau alasan jelasnya, katanya itu kewenangan dari pimpinan. Padahal, si MAA ini sudah menulis keterangan telah mengakui perbuatan pencabulan tersebut diatas materai,” tuturnya.

Menurutnya tindakan pelaku yang diancam dengan hukuman lebih dari 5 tahun penjara, sudah sepatutnya yang bersangkutan untuk ditahan.

“Kalau ini jalannya masih seperti ini, kami akan melaporkan ke KPAI, karena tidak cuma satu anak korbannya,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.