Anggota Komisi D Endang Kursistiyani Soroti Kasus KDRT Yang Korbankan Anak Dibawah Umur di Jati Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Peristiwa kekerasan dalam Rumah tangga (KDRT) yang membawa korban bocah laki-laki SW (9) yang dianiaya oleh ayah tirinya sendiri yang saat ini viral di Kudus, membuat aktifis perempuan dan Anggota Komisi D DPRD Kudus, Endang Kursistiyani angkat bicara terkait hal tersebut.

Endang menilai pola asuh anak yang salah menjadi faktor pemicu terjadinya penganiayaan pada anak.

Endang Kursistiyani, Perlu perubahan mindset orangtua dalam mendidik anak (Foto: YM)

“Di sana bapak tirinya bilang dia nampar dan memukul buat mendidik anaknya. Ini kan salah. Jadi perlu adanya pembetulan mind set orang tua dalam mendidik anak anak,” papar Endang saat ditemui oleh sejumlah awak media usai menggelar agenda reses dan pertemuan dengan kader di Daerah Pemilihannya yang dilaksanakan di Balai Desa Prambatan Lor Kaliwungu Kudus, Senin (03/03/2020) sore.

TRENDING :  Warga Kudus Diminta Tetap Jaga Keharmonisan dan Toleransi

Untuk itu, pihaknya mengajak dinas terkait bersama sekolah agar bisa menggiatkan kembali kegiatan parenting. Diketahui parenting merupakan proses pembelajaran pengasuhan interaksi antara orang tua dan anak. Meliputi aktivitas pemberi petunjuk pada anak, pemberian makanan pada anak dan melindungi anak ketika mereka tumbuh kembang.

TRENDING :  Kapolres Kudus Pimpin Sertijab Kompol Dyah Sebagai Wakapolres Serta Dua Kapolsek Baru

Pendidikan karakter yang baik ini diharapkan agar generasi muda yang ada dapat tumbuh sebagai anak yang sehat dan cerdas.

“Kalau interaksi antara orang tua dan anak sudah terjalin dengan baik. Saya rasa kasus penganiayaan pada anak bisa ditekan,” ujar Politisi PAN yang juga isteri Karomonev Srena Mabes Polri Brigjen Kasmudi.

TRENDING :  Puluhan Peserta Ikuti Lomba Menulis Surat Untuk Ibu

Selain penggiatan parenting, penguatan kepada masyarakat yang mengetahui adanya aksi penganiayaan untuk berani melaporkan juga penting dilakukan. Agar aksi penganiayaan yang diluncurkan pelaku tidak berlarut-larut. Terlebih anak dan wanita merupakan kelompok yang harus dilindungi keberadaannya.

“Kalau dibiarkan kelamaan kasihan korbannya,” ujar dia.

Terkait kerahasiaan dan perlindungan pelapor, Endang menuturkan hal tersebut tidak perlu diragukan lagi.

“Jangan takut lapor. Nanti banyak yang akan melindungi,” pungkas ia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :