Angkat Budaya dan Kearifan Lokal Melalui Lomba Bercerita

oleh -1,814 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Banyak cara yang digunakan untuk menujukkan eksistensi budaya suatu daerah, salah satunya dengan menyelenggarakan lomba bercerita yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda). Kegiatan lomba ini, merupakan upaya untuk tetap menjaga kearifan lokal Kudus melalui cerita-cerita dan legenda setempat agar tidak hilang tertelan zaman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Arpusda kabupaten Kudus, Masyudi saat menghadiri pembukaan lomba bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Kudus, di Aula Perpusda.“Saat ini tidak sedikit anak-anak yang tidak mengetahui betapa banyaknya sejarah dan legenda yang kita punya, harapannya dengan perlombaan ini kalian turut serta melestarikan budaya dan kearifan lokal,” ujar Masyudi.

Selain itu, kebiasaan bercerita akan sangat mendukung perkembangan mental dan imajinasi. Karena kebiasaan bercerita atau mendongeng akan mengasah keberanian mental, untuk mengungkapkan pikiran dan gagasan, “Dari sisi imajinasi, dengan bercerita atau mendongeng, anak akan berimajinasi seakan memerankan tokoh-tokoh cerita tersebut. Bahkan dengan cerita ini, secara tidak langsung kalian telah mengajak orang lain yang mendengarkan cerita turut berimajinasi, terjun kedalam tokoh-tokoh yang sedang diceritakan,” terangnya.

Dikatakannya, Kudus ada banyak cerita atau sejarah yang dimiliki, seperti sejarah berdirinya kota kretek, cerita rakyat seperti lahirnya desa telingsing atau the lingsing, sejarah atau nilai-nilai dari seorang tokoh yang mengedukasi masyarakat dan masih banyak lagi.

Terpenting, Generasi muda sebagai penerus bangsa harus memahami dan mengerti asal usul cerita rakyat agar kelak sejarah tetap dikenang dan cerita tersebut tidak hilang dan bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, “Pengetahuan dan pemahaman yang kalian miliki ini, niscaya akan meningkatkan rasa cinta kepada daerah dan tanah air. Dan inilah yang disebut sebagai rasa nasionalisme,” jelasnya.

Masyudi juga berpesan, kesenangan bercerita ini harus terus dipupuk dan dipelihara. “Karena siapa lagi yang akan nguri-uri budaya lokal kalau bukan kalian, anak-anakku generasi penerus bangsa ini,” ujar Masyudi.

Ia juga menjelaskan, tujuan kegiatan lomba bercerita ini untuk mengembangkan gemar membaca di tingkat SD/MI, dan meningkatkan rasa cinta budaya Kudus. Adapun Peserta lomba sebanyak 9 siswa/siswi kelas 4 SD/MI se-Kabupaten yang mewakili dari masing-masing kecamatan.

Nantinya, akan diambil peringkat juara 1, 2 dan 3, yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan dan piagam, selain itu pemenang juara I (satu) tingkat Kabupaten, akan mewakili lomba di tingkat provinsi tahun 2018 mendatang.

Materi lomba, lanjut masyudi, bersumber dari buku cerita rakyat yang berasal dari budaya daerah Jateng atau budaya setempat. Selain itu yang mengandung nilai kepahlawanan dan pendidikan karakter seperti nasionalisme, sikap jujur, religius, disiplin dan bersahabat.

Sementara peserta, lanjut Masyudi, akan di nilai dari 3 dewan juri yang berkompeten di bidangnya, Ketiganya yakni pemerhati sastra dan Budayawan Kudus diantaranya Mukti Sutarman, Pipik dan Widya. Adapun komponen penilaian terdiri dari Penampilan, Cara atau teknik bercerita, Penguasaan materi, dan kemampuan atau skill peserta.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, nantinya generasi muda Indonesia khususnya di Kabupaten Kudus, untuk lebih mencintai kearifan lokal budayanya sendiri, tanpa terkontaminasi dari budaya asing,” harapnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.