Antisipasi Banjir, PAN Berharap Warga Disekitar Bantaran Sungai Peduli Program Normalisasi

oleh -214 kali dibaca
Ketua DPD PAn Kudus dan para penggurus harian saat memberikan bantuan simbolis sembako kepada ketua MDMC Kudus untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Banjir yang melanda sejumlah Desa di Kudus akibat jebolnya tanggul sungai Gelis di Dukuh Goleng, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus ternyata menarik simpati banyak pihak. Sejumlah Organisasi masyarakat, komunitas hingga organisasi politikpun terpanggil untuk berpartisipasi berbagai bantuan disalurkan untuk korban banjir di kawasan setempat.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus pagi tadi menyalurkan bantuan logistik berupa sambako dan buah kepada posko Dapur Umum Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang bermarkas di halaman masjid Al-Islam Tuang Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (05/01/2021).

Penyerahan bantuan dikomandoi langsung oleh Ketua DPD PAN Kudus Budiyono yang didampingi dua anggota Dewan dari PAN, Endang Kursistiani dan Rochim Sutopo.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari DPD PAN Kudus bisa memberikan bantuan kepada dua Desa terdampak banjir yaitu Setro Kalangan dan Kedungdowo berupa sesuai dengan permintaan Kepala Desa yaitu Beras, Mie instan dan Telur, namun ini kita tambahi air mineral dan buah-buahan, agar para korban banjir tetap peroleh asupan vitamin dari buah,” kata Endang Kursistiani juru bicara PAN.

Menurutnya, bila nanti Dapur Umum sudah dihentikan akibat situasi yang sudah membaik maka dirinya meminta para relawan di posko ini untuk melakukan packing dan mendistribusikannya kepada warga dalam bentuk paket sembako.

“Bila nanti ternyata pihak Posko ini masih membutuhkan tambahan logistikpun, kami Insha Allah bersedia menyelenggarakan selama sebelumnya terjalin komunikasi dengan pihak pengelola Posko,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Rochim Sutopo berharap kepada warga terutama yang tinggal di bantaran sungai, bila ada normalisasi diharapkan untuk peduli.

“Saat APBN akan digunakan untuk normalisasi namun terkendala oleh status lahan yang bermasalah, Sehingga pada saat hujan dengan debit tinggi ada lahan yang tak tersentuh normalisasi lalu jebol, sehingga berdampak kepada masyarakat yang lain,” ujar anggota Komisi B DPRD Kudus ini.

Diakuinya saat dilakukan normalisasi diketahui pihak pemerintah terkendala dengan adanya tanah lambiran sungai yang ternyata memiliki sertifikat hak milik dan dikuasai oleh warga, sehingga proses normalisasi menjadi tidak sesuai perencanaan semula.

Sementara Budiyono yang juga anggota komisi C DPRD Kudus, pasca banjir ini dia berharap tanggul-tanggul yang jebol ini untuk segera diperbaiki oleh instansi pemerintah pengampu sungai-sungai.

“Karena banjir sebagai bencana tahunan, maka pemerintah bisa memperhitungkan dengan matang bagaimana meminimalisir terjadinya bencana banjir,” ujar ketua DPD PAN Kudus ini. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.