Antisipasi Penolakan Warga Terhadap Jenazah Covid-19, Camat Jati Kumpulkan Kades

oleh

Kudus, isknews.com – Sempat terjadi penolakan pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kecamatan Jati, pada Sabtu, 4 April 2020 lalu. Namun persoalan tersebut sudah dapat diselesaikan oleh tim gugus tugas covid 19 dan Muspika Kecamatan Jati.

Hal itu disampaikan oleh camat Jati Andreas Wahyu, usai menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala desa diwilayahnya terkait antisipasi penolakan warga terhadap jenazah PDP ataupun positif Covid, di Balai Desa Tanjung Karang Jati, Selasa (07/04/2020).

Diakui oleh Andreas beberapa waktu lalu memang di wilayahnya semat terjadi penolakan pemakaman jenazah PDP di daerahnya. PDP yang berjenis kelamin laki-laki itu dinyatakan meninggal oleh RSUD dr. Leokmono Hadi Kudus Sabtu, 4 April 2020 sekitar pukul 07.20 WIB.

TRENDING :  Ahmad Adam Mahasiswa UMKU Sabet Juara 1 Wushu Kejurprov Jawa Tengah

“Memang sempat diwarnai dengan aksi penolakan. Hingga akhirnya PDP tersebut dimakamkan sesuai alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP),” jelas Andreas.

Rencana awal, PDP tersebut akan dimakamkan di tempat pemakaman di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati sesuai dengan tempat tinggalnya.

Hanya saja, oleh pengelola makam menolak. Dengan alasan tempat pemakaman yang akan digunakan bukan merupakan tempat pemakaman umum, namu sebuah pemakaman keluarga.

“Di sana tempat pemakaman keluarga. Pemilik lahannya tidak berkenan,” kata dia didampingi Kapolsek, Danramil dan dua kepala Puskesmas di wilayahnya.

Camat Jati Andreas Wahyu didampingi Kapolsek, Danramil dan para Kepala Puskesmas diwilayahnya (Foto: YM)

Mendengar penolakan ini, Muspika Kecamatan Jati kemudian melakukan pelacakan alamat KTP PDP tersebut, yang terletak satu kecamatan dengan tempat tinggalnya.

TRENDING :  Riak Pilkades Desa Ngembalrejo Bae, Kedua Kubu Sudah Bersalaman

Setelah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa di sana. Akhirnya jenazah PDP tersebut dapat dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

“PDP itu dimakamkan sesuai dengan tata laksana pemulasaran jenazah Covid-19,” jelasnya.

Andreas membeberkan, laki-laki berusia 60 tahun itu sebelumnya dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dengan penyakit ginjal dan jantung. Terungkap memiliki riwayat perjalana dari daerah terjangkit Covid-19. Oleh rumah sakit, dia kemudian ditetapkan sebagai PDP.

Caamat Jati pimpin rapat antisipasi penolakan jenazah PDP atau positif covid dengan para kades di wilayahnya (Foto: YM)

Kepada masyarakat, Andreas mengimbau untuk tidak perlu takut apalagi sampai melayangkan aksi penolakan atas pemakaman jenazah PDP maupun penderita terkonfirmasi positif Covid-19. Pelaksanaan standar tata laksana pemulasaran Covid-19, sesuai aturan yang ditetapkan Kementrian Kesehatan RI, menjadi jaminan akan kemanan dan kesehatan atas kegiatan tersebut.

TRENDING :  Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kudus Ajak Mahasiswa UMKU Jadi Agen Perubahan

“Semua prosesnya sudah dipastikan aman, selagi dijalankan sesuai prosedur. Jadi warga jangan berlebihan dalam menanggapi hal ini,” katanya.

Sarjoko, Kepala Desa Tumpangkrasak yang hadir pada kesempatan itu mengaku, diwilayahnya Insha Allah tidak akan terjadi penolakan seperti terjadi di desa lain. Kami sudah berikan pengertian bahwa pemulasaraan jenazah sudah di laksanakan sesuai protap kesehatan.

“Tata laksana pemulasaraan jenazah PDP pasti sudah dilalakukan dengan baik, oleh pihak Rumah Sakit. Jadi aman untuk dimakamkan di TPU,” kata Sarjoko. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :