Antisipasi Wabah Hepatitis Akut pada Anak-Anak di Kudus, Komisi D Gelar Rakor

oleh -213 kali dibaca
Suasana Rakor antisipasi Hepatitis akut pada anak oleh komisi D DPRD Kudus dengan sejumlah Dinas terkait (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Mengantisipasi berjangkitnya wabah hepatitis akut pada anak-anak di wilayah Kabupaten Kudus. Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait.

Rapat koordinasi yang bertempat di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kudus, dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kudus Ali Ihsan meminta kepada Disdikpora Kudus untuk menindaklanjuti antisipasi penyebaran wabah hepatitis akut secara riil dengan mengedukasi siswa dan memasang sejumlah pamflet informasi agar siswa dan orang tua juga ikut waspada dengan wabah hepatitis akut ini.

“Jangan hanya sekedar berhenti di surat keputusan atau surat edaran, antisipasi harus dilakukan secara sungguh, agar tak ada kasus bahaya yang kembali mewabah di Kudus,” ujarnya pada Rabu (18/5/2022).

Mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dilaksanakan secara 100 persen, Ali Ihsan meminta kepada para pihak sekolah untuk menjaga para siswi agar selalu menjaga kebersihan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam hal ini, kami betul betul mengantisipasi agar Kudus aman dan wabah hepatitis akut ini tidak merasahkan masyarakat. Wabah hepatitis akut yang menyerang anak-anak harus diwaspadai, karena tanggung jawab kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita,” ucapnya.

Bukan hanya persoalan hepatitisnya akutnya, Ihsan mengatakan bahwa kewaspadaan dan antisipasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kudus.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi pihak Disdikpora Kudus menyampaikan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada sekolah untuk tidak melayani makan di tempat yang ada di kantin sekolah. Meski sudah dibuka, dan PTM dilakukan secara 100 persen, namun pelaksanaan ini tidak seperti sebelum adanya Covid-19. Protokol kesehatan masih diterapkan secara ketat.

Senada dengan Ali Ihsan, Salah satu dokter di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul H mengatakan bahwa antisipasi dilakukan agar tidak ada kasus yang berbahaya dan fatal di Kudus utamanya di RSUD sendiri.

“Untuk saat ini, kami sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari pemeriksaan di UGD, pemeriksaan darah, dan screening awal,” ungkapnya.

Abdul mengungkapkan RSUD dr. Loekmono Hadi saat ini sudah mempersiapkan antisipasi wabah hepatitis akut ini dengan menyediakan layanan screening.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa selama ini kasus yang banyak terjadi di masyarakat adalah hepatitis B. Meski begitu, jika siapapun mengalami gejala seperti muntah, mual selama tiga hingga tujuh hari diminta untuk segera memeriksakan ke puskesmas terdekat ataupun ke rumah sakit terdekat.

“Pencegahan awal yang bisa dilakukan masyarakat awam, dimulai dari menjaga kebersihan utamanya kebersihan pada anak-anak. Mengedukasi kepada anak-anak agar menjaga pola makan. Jangan sampai makan makanan yang tidak higienis,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada para masyarakat untuk mencuci tangan, memakai masker, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

“Rata-rata hepatitis yang belum diketahui pastinya ini, atau hepatitis akut ini kan terjadi pada anak usia SD hingga SMP. Kebanyakan karena makanan yang kurang higienis. Untuk itu, kami meminta untuk tetap jaga kesehatan dan jaga kebersihan anak-anak,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :