Apresiasi Museum Jenang Kudus, Ahmad Rofiq : Inilah Sejarah Istimewa

oleh -1403 Dilihat

Kudus, isknews.com – Museum Jenang Mubarok Kudus kedatangan salah satu tokoh penting yakni Prof. Dr H Ahmad Rofiq Ma, selaku Guru besar hukum Islam Pacasarjana UIN Walisongo pada hari Sabtu (01/10/2022).

Dalam kunjungannya beliau memberikan apresiasi pada pihak pihak yang ikut berkolaborasi sehingga membuat Museum Jenang Kudus ini mendapatkan penghargaan Rekor Muri Dunia, sehingga museum jenang di Kudus ini didapuk sebagai museum jenang pertama yang ada di Dunia.

“Disini kan ada semacam spirit bagi warga Kudus yaitu Gusjigang (Ngaji dan Dagang) sehingga saya yang biasa menyapa Kyai Muhammad Hilmy ternyata beliau ini tidak hanya profit oriented begitu karena museum ini kan dirancang untuk mengedukasi”, jelasnya.

Prof. H. Ahmad Rofiq menuturkan diartikan sebagai bagus akhlaqnya, sebagai penjabaran ketika Rasulullah ada di Kudus beliau menegaskan “Spesungguhnya aku diutus hanya semata mata untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”.

“Kalo orang mengatakan ngaji, pasti pemahamannya adalah ilmu agama. Meskipun ilmu umumnya tidak hanya ngaji sebenarnya, tapi ini yang menjadi pemahaman yang konotasinya sudah menjadi seperti itu. Sehingga di museum ini juga ada berbagai versi sejarah Al-Quran tua, Al-Quran yang ditulis tangan secara langsung (tidak dengan cetakan) itu dimaksudkan untuk mengedukasi”, terangnya.

Poin ketiga ialah berdagang, dituturkan oleh beliau Rasulullah memberikan spirit berdagang, “berdaganglah kamu sekalian karena 90 persen rezeki itu ada didalamnya”.

“Ketika pengunjung berkunjung ke museum jenang mubarok ini, dan kemudian memperoleh penghargaan rekor muri sebagai museum jenang pertama di Dunia karena merupakan proses hasil kreativitas, inovasi, perenungan Kyai Hilmy ini kemudian dituangkan dalam visualisasi seperti ini sehingga memiliki pesan dan kesan yang luar biasa didalamnya”, imbuhnya.

Beliau juga menyampaikan museum jenang Kudus ini nantinya akan ada 2 (dua) event besar yaitu, terdapat tambahan bangunan semacam museum Walisongo. Sehingga dapat menjadikan edukasi bagaimana perjuangan Walisongo mendakwahkan ajaran agama Islam di Kabupaten Kudus.

Bangunan tersebut nantinya akan di launching pada tanggal 22 Oktober 2022 sekaligus bertepatan pada hari Santri. Yang kedua terdapat filosofi Mubarok.

“Kalo GusJigang ada bagus ngaji dan dagang, nanti Mubarok ada tulisannya Membangun Umat Bersama Orang Kudus. Hal itu diartikan sebagaimana kata Mubarok yang artinya dilimpahi keberkahan, sehingga 2 (dua) event besar ini terkait dengan penyempurnaan sebagai wisata edukasi”, tandasnya. (A/*)

No More Posts Available.

No more pages to load.