ASTI Kudus Berhentikan Tiga Pelatihnya, Buntut Gembosi Siswa Pindah Ke Akademi Baru Mereka

oleh -827 Dilihat
Siswa Akademi Sepakbola ASTI dalam sebuah event di Semarang (Foto: istimewa/ASTI)

Kudus, isknews.com – Akademi Sarana Talenta Indonesia atau ASTI Kudus, sekolah sepak bola yang berpusat di Kudus dan perkembangannya kini semakin pesat dengan membuka cabang akademinya di Kendal, Tegal bahkan terakhir di Yogyakarta dengan siswa yang datang dari berbagai penjuru nusantara, agaknya sedang menghadapi masalah internal di kampusnya.

Tak menganggu secara akdemis namun hal ini terkait indisipliner dan loyalitas dari para pelatihnya. Masalah tersebut ialah terbongkarnya kedok pelatih yang ternyata berusaha menggembosi ASTI Kudus dari dalam.

Tak tanggung tanggung, oknum tersebut ialah tiga pelatih dari ASTI Kudus yang kini telah diberhentikan secara tidak hormat dari manajemen per 2 April 2024. Mereka menggembosi dari dalam dengan mencoba merayu siswa ASTI untuk berpindah di Akademi baru yang mereka dirikan sendiri bersama sebuah klub sepakbola di sebuah Kabupaten tetangga sebelah.

“Dari hasil investigasi kami, termyata ketiga oknum tersebut sudah selama setahun ini berusaha merebut pemain kita dari dalam dengan berbagai upaya untuk diarahkan ke akademi mereka yang baru mau mulai yang bertempat di salah satu kota di Jawa Tengah,” ujar CEO ASTI Kudus, Arif Budianto saat ditemui pada Sabtu, (6/4/2024).

Anehnya, karena merasa ada akademi sepakbola baru yang akan berdiri tak jauh dari tempatnya, Arif Budiyanto CEO ASTI malah ikut serta mempromosikan akademi yang tanpa pihaknya ketahui ternyata akan mentargetkan siswanya untuk berpindah kesana. Dengan mengunggah fliyer promonya di media sosial milik ASTI.

“Saya pikir sebagai sesama pengampu sekolah sepakbola, kita sama-sama saling mendukung,” ujar Arif.

Justru setelah ASTI mengunggah fliyer itu di medsosnya, para orang tua siswa dari ASTI menghubunginya dan menanyakan alasan mengapa anak-anaknya mau pindah ke akademi baru.

“Dengan terbongkarnya upaya penggembosan ini, oknum tersebut tidak jadi membawa anak-anak untuk dipindahkan ke akademi yang dirujukkan. Ada beberapa orangtua pemain yang sampat tergiur untuk ikut kesana, bahkan ada yang sudah sampai mendaftar kesana. Lalu terbongkarlah kedok masalah ini, setelah ditelusuri dan dilakukan evaluasi, kami akhirnya memutuskan untuk memecat mereka,” tegasnya.

Beruntungnya, kata dia, upaya penggembosan ini tercium oleh pihaknya, sehingga belum ada satupun yang meninggalkan ASTI.

“Karena keburu tercium oleh kami, sehingga dapat kami jelaskan kepada mereka, bahwa akademi yang mereka wacanakan itu belum terealisasi, baik secara fisik maupun secara kelembagaan,” tuturnya.

Dengan gamblang, Arif mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan apabila ada murid yang ingin berlabuh untuk menimba ilmu ditempat lain, namun terdapat harapan dan himbauan yang diterapkan.

“Kami malah mendukung dan mensupport anak anak untuk dapat berkembang lebih baik, tapi ya harus ke akademi atau SSB yang sudah pasti dan terpercaya karena ini untuk masa depan mereka. Kan kasihan kalau mereka tertipu jadi nasibnya terombang ambing nanti,” paparnya.

Untuk saat ini, ASTI Kudus tengah menyeleksi pengganti pelatih mereka, rumornya, terdapat enam nama yang mencuat dengan lisensi kepelatihan sepak bola B dan C.

“Ini masih dalam proses, dengan adanya masalah ini menjadi pembelajaran kepada kita juga untuk kedepannya lebih berhati hati dan selektif dalam memilih,” katanya.

Sebagai informasi, akademi yang kini telah memiliki 92 siswa di Kudus ini didirikan dengan tujuan tidak hanya belajar sepak bola, namun membina anak-anak dengan pendidikan dan juga bekal agama.

“Kami tidak hanya melatih anak untuk dapat berprestasi dalam bidang olahraga sepakbola saja, kami beri pendidikan, ilmu agama dan membantu orang tua dengan membimbing mereka,” tandas Arif. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.