Kudus, isknews.com – Jelang Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus yang bertepatan pada 10 Muharram nanti, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) melaksanakan prosesi Penjamasan Kiai Cinthaka, keris ageman Kangjeng Sunan Kudus pada Kamis Kliwon, 16 Dzulhijjah 1438 H, atau bertepatan pada tanggal 17 September 2017.
Pengurus YM3SK Em Najib Hasan mengatakan, Penjamasan ini adalah pembuka rangkaian kegiatan Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus, yang puncaknya akan berlangsung pada 10 Muharram. “Penjamasan Kiai Cinthaka, dilaksanakan setahun sekali pada bulan Dzulhijjah, pada hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah),” jelasnya
Penjamasan dilaksanakan di area Tajug, tepatnya di sebelah utara Pendapa Tajug. Prosesi penjamasan diawali dengan ziarah ke makam Kangjeng Sunan Kudus. Setelah itu, dengan diiringi bacaan shalawat, Juru Kunci menurunkan peti berisi Kiai Cinthaka dan diserahkan kepada petugas penjamas.
Seperti pelaksanaan sebelumnya, lanjut Najib, pada saat pelaksanaan penjamasan tahun ini, cuaca dalam keadaan timbreng, yaitu tidak panas atau terik, namun bukan pula mendung.
Keris terlebih dulu dilepas gagangnya, karena yang dijamas hanyalah wilah atau bagian utamanya saja. Wilah keris dibasuh dengan banyu Londo, yaitu air rendaman merang ketan hitam. Selanjutnya, wilah keris direndam dalam air jeruk nipis. Setelah dirasa bersih, wilah keris dikeringkan dengan cara dijemur diatas brambut atau sekam ketan hitam.
Ditambahkannya, Untuk menjaga bentuk pamor agar tetap terlihat dan terawat, wilah keris dibasuh menggunakan warangan, yaitu cairan kimia khusus, yang telah dipersiapkan. Setelah itu keris dipijat dengan pelan, untuk memastikan warangan telah benar-benar merasuk.
Penjamasan diakhiri dengan membasuh lagi wilah keris menggunakan banyu landa, kemudian kembali dikeringkan menggunakan sekam ketan hitam, lalu dilap dengan kain mori putih. Wilah keris yang telah dijamas, kemudian diserahkan kepada sang kiyai untuk diolesi minyak khusus yang tidak mengandung alkohol.
Setelah itu, pegangan atau ukiran keris dpasangkan pada wilahnya, dan kembali dimasukan dalam warangka.Keris lalu dibungkus dengan kain, kemudian dimasukan kedalam peti. Setelah itu, juru kunci mengembalikan peti berisi keris kiyai Cinthaka ke tempat semula.
Selain keris, dua trisula yang biasa terpasang di sisi mihrab atau pengimaman Masjid al-Aqsha, juga turut dijamas, dengan cara yang sama. Sebagai penutup, diselenggarakan pembacaan tahlildan do’a. Setelah rangkaian acara selesai, kepada hadirin disuguhkan jadah pasar, dan sebagai pelengkap, dihidangkan pula opor panggang, yang konon merupakan menu kesukaan Kangjeng Sunan Kudus.
Dijelaskannya, Keris Sunan Kudus disebut oleh Stamfod Raffles dalam The History of Java “Pada saat pengangkatannya, Pangeran Trenggana memperoleh ucapan selamat dari Panembahan Makdum Jati, dan pada waktu yang sama, Pangeran Kudus ditunjuk menjadi ulama tertinggi.
Tersebutlah dua buah kris dan sebuah badi-badi yang dibuat oleh seorang pandai besi terkenal bernama Sura, dari sebuah tongkat besi yang diperkirakan telah membuat beberapa keajaiban padaa saat terjadi pertempuran dengan Majapahit.
Salah satu dari kris tersebut kemudian dipersembahkan Sultan yang baru dan ditempatkan sebagai pusaka kerajaan. Sedangkan kris lainnya dipersembahkan kepada Pangeran Kudus, di bawah tanggung jawab Susuhunan Panguhu atau pemuka agama tinggi.
Kiai Cinthaka memiliki dapur panimbal, luk songo (sembilan), pamor wos wutah, lambe gajah, kembang kacang berbentuk kuku bima, sogokan dua; depan dan belakang, Sraweyan, Greneng.
Kemudian, tambah Najib, pada sor-soran bagian depan terdapat kinatah emas yang dinamakan Panji Wilis yang menandakan bahwa pemiliknya adalah tokoh yang memiliki labuh-labet atau jasa yang sangat besar terhadap sebuah keraton, kerajaan atau raja. Adapun warangka Kiai Cinthaka ber-wondo Capu Nyagak Talang.
“Kangjeng Sunan Kudus sebagai pemilik Kiai Cinthaka adalah Senopati, Qadhi (Hakim tertinggi dan penasihat utama Raja), serta Imam Masjid Agung Kerajaan Demak yang ke lima atau terakhir.” pungkasnya (AJ)










