Balas Dendam ‘Perang Air’, 21 Remaja Diamankan Usai Rencana Tawuran di Belakang PG Rendeng Digagalkan

oleh -812 Dilihat
mengamankan 21 orang remaja yang diduga terlibat dalam rencana bentrokan tersebut untuk menjalani pemeriksaan. (Foto : Polsek Kudus Kota)

Kudus, isknews.com – Aparat Polsek Kudus Kota bergerak cepat memburu kelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran bersenjata tajam di kawasan belakang Pabrik Gula Rendeng. Aksi tersebut diduga dipicu motif balas dendam usai insiden “perang air” sehari sebelumnya.

Dalam dua hari terakhir, petugas telah mengamankan 21 orang remaja yang diduga terlibat dalam rencana bentrokan tersebut untuk menjalani pemeriksaan. Tak berhenti di situ, Unit Reskrim dan Unit Intelkam masih melakukan pengembangan guna melacak nama-nama lain yang diduga turut terlibat.

Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menuntaskan persoalan ini hingga ke akar. Sejumlah nama pelajar dan terduga pelaku lain kini masuk dalam radar pengejaran petugas.

“Kami ingin masalah ini selesai sampai tuntas. Komunitas yang mengarah pada tindakan negatif akan kami bubarkan demi menjaga harkamtibmas di wilayah Kudus Kota,” tegas AKP Subkhan, Senin malam.

Dipicu Kekalahan ‘Perang Air’

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, rencana tawuran yang hendak dilakukan pada Minggu dini hari itu merupakan buntut dari peristiwa “perang air” yang terjadi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, sehari sebelumnya.

Menurut Kapolsek, salah satu kelompok merasa kalah dalam aksi tersebut, kemudian memprovokasi rekan-rekannya untuk melakukan aksi balasan yang lebih serius dan terencana.

“Motifnya sepele, hanya karena merasa kalah saat perang air. Tapi dampaknya bisa sangat fatal jika sampai terjadi bentrokan bersenjata,” ungkapnya.

Komunitas ‘Tongker’ Teridentifikasi

Dari hasil penyelidikan, polisi mendeteksi adanya keterlibatan komunitas remaja bernama “Tongker” (Tongkrongan Keren). Identitas komunitas beserta sejumlah anggotanya telah dikantongi aparat.

Para remaja yang diamankan memiliki latar belakang beragam, mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA, SMK hingga pemuda yang sudah bekerja. Mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Bae dan sekitarnya.

Dalam pengembangan kasus, polisi juga berhasil menyita beberapa senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam tawuran. Selain itu, sebanyak 12 sepeda motor yang dipakai para remaja turut teridentifikasi, termasuk kendaraan dari luar daerah seperti Pati dan Semarang.

Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Polsek Kudus Kota memastikan akan mengambil langkah tegas, termasuk pembubaran komunitas yang terbukti mengarah pada aktivitas negatif. Aparat juga mengantisipasi agar kelompok serupa tidak kembali bermunculan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama di luar jam sekolah. Kami tidak akan mentoleransi tindakan yang mengganggu ketertiban umum di wilayah Kota Kudus,” tandas AKP Subkhan. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.